ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

- Publisher

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal RoRo. Foto: Istimewa

Kapal RoRo. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Konektivitas antara Batam dan Johor, Malaysia, bakal semakin terbuka. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan layanan kapal Roll-on/Roll-off (RoRo) yang menghubungkan Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dengan Terminal Feri Tanjung Belungkor, Johor.

Layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Jika terealisasi, jalur sepanjang sekitar 27 mil laut itu tidak hanya menjadi alternatif perjalanan lintas negara, tetapi juga membuka peluang baru bagi pergerakan kendaraan dan angkutan barang antara Indonesia dan Malaysia.

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse mengatakan target pengoperasian masih bergantung pada kesiapan sejumlah aspek, terutama infrastruktur, regulasi, serta persetujuan dari pemerintah kedua negara.

“Kami berharap layanan RoRo Batam-Johor dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan. Namun, realisasinya tentu membutuhkan kesiapan dan kolaborasi seluruh pihak, khususnya terkait regulasi, infrastruktur, serta penyelarasan proses lintas batas kedua negara,” ujar Rio dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Dari sisi fasilitas, Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam disebut telah memiliki infrastruktur yang dibutuhkan. Sementara itu, Terminal Feri Tanjung Belungkor masih memerlukan sejumlah peningkatan sebelum dapat mendukung operasional RoRo.

BACA JUGA:  Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Bukan Sekadar Jalur Penumpang

Konsep RoRo memiliki keunggulan karena kendaraan dapat langsung masuk ke kapal bersama muatannya. Setelah tiba di pelabuhan tujuan, kendaraan kemudian keluar kembali tanpa harus melalui proses bongkar muat barang secara konvensional.

Skema tersebut dinilai berpotensi memangkas waktu penanganan barang sekaligus membuat rantai logistik lintas batas menjadi lebih sederhana.

Bagi Batam dan Johor, keberadaan jalur tersebut memiliki arti strategis karena kedua wilayah sama-sama berada dalam kawasan pertumbuhan ekonomi yang saling berdekatan.

Data yang dihimpun ASDP menunjukkan sekitar 193 ribu wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Batam sepanjang 2024. Angka tersebut menjadi salah satu indikator besarnya mobilitas masyarakat antara kedua kawasan.

Potensi tidak hanya datang dari sektor pariwisata. Batam juga memiliki sejumlah komoditas yang berpeluang dikembangkan melalui koridor logistik tersebut, di antaranya produk hewani dan nabati, kakao, serta produk kimia.

BACA JUGA:  Mantan Menteri BUMN Meninggal Dunia Usai Dirawat 9 Hari karena Covid-19

Meski demikian, ASDP tidak langsung memproyeksikan volume angkutan dalam jumlah besar.

Berdasarkan asesmen awal, potensi angkutan pada tahap awal diperkirakan masih di bawah 50 truk. Karena itu, pola operasional akan dikembangkan secara bertahap mengikuti pertumbuhan permintaan.

ASDP juga perlu memastikan adanya balanced cargo, yakni keseimbangan muatan pada perjalanan pergi dan kembali. Faktor tersebut penting untuk menjaga efisiensi sekaligus memastikan layanan dapat berjalan secara berkelanjutan dari sisi operasional dan keekonomian.

Penguatan Hubungan Batam dan Johor

Rencana pembukaan koridor RoRo Batam-Johor juga sejalan dengan hasil 13th Annual Consultation Indonesia-Malaysia pada 29 Juli 2025.

Dalam forum tersebut, kedua negara menegaskan komitmen memperkuat konektivitas lintas batas, termasuk melalui layanan RoRo. Penguatan konektivitas diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap perdagangan, investasi, pariwisata hingga integrasi logistik kedua negara.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit S. Widiyanto menilai keberadaan layanan RoRo nantinya dapat memberikan dimensi baru dalam hubungan ekonomi Batam dan Johor.

BACA JUGA:  KTP Patah, Rusak, Tidak Terbaca, Terkelupas, Apakah Bisa Diganti?

Menurutnya, kedekatan geografis kedua wilayah belum sepenuhnya diikuti dengan optimalnya hubungan ekonomi. Karena itu, konektivitas langsung melalui jalur laut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan tersebut.

“Meski secara geografis keduanya berdekatan, masih terdapat ruang yang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Batam dan Johor. Kehadiran layanan ini nantinya diharapkan dapat memperkuat jaringan logistik lintas batas, mendorong hubungan bisnis, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia dan Malaysia,” ujar Sigit.

Jika seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, RoRo Batam-Johor bukan sekadar menghadirkan jalur pelayaran baru. Koridor ini berpotensi menjadi penghubung langsung antara dua kawasan ekonomi yang memiliki kedekatan geografis sekaligus kepentingan perdagangan dan pariwisata yang kuat.

Bagi Batam, terbukanya akses tersebut juga dapat memperkuat posisi kota sebagai salah satu simpul perdagangan dan konektivitas Indonesia di kawasan Selat Malaka.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru