INIKEPRI.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, menegaskan komitmen TP-PKK dalam mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis (TB) melalui penguatan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan pasien.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Talkshow dan Deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis bagi Kelurahan Tanjung Buntung dan Kelurahan Bengkong Laut di Hotel Golden View, Batam, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Erlita mengatakan tuberkulosis masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan karena Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Menurutnya, upaya pengendalian penyakit tersebut tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan. Karena itu, masyarakat tidak boleh mengucilkan penderitanya. Justru mereka harus mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan agar tetap semangat menjalani pengobatan hingga tuntas,” ujar Erlita.
Ia menjelaskan, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dan umumnya menyerang paru-paru, meski juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya. Penularannya terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara.
Menurut Erlita, keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada kepatuhan pasien menjalani terapi hingga selesai, serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar selama proses penyembuhan.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader PKK di Kota Batam untuk mengambil peran lebih aktif bersama Dinas Kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan deteksi dini, hingga mendampingi pasien sampai tingkat RT dan RW.
“Kader PKK harus terus bergerak bersama Dinas Kesehatan. Kita perlu memperkuat edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada masyarakat agar semakin banyak lingkungan yang dapat mendeklarasikan diri sebagai wilayah siaga TB dan menuju bebas tuberkulosis,” katanya.
Erlita menilai gerakan Kelurahan Siaga Tuberkulosis menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TB di tingkat komunitas.
Ia optimistis target Indonesia bebas tuberkulosis dapat diwujudkan apabila seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi dan menjaga komitmen bersama.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat, saya optimistis target eliminasi tuberkulosis dapat diwujudkan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Erlita juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala tuberkulosis, seperti batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam, serta berkeringat pada malam hari.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala tersebut segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Melalui deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis tersebut, TP-PKK Kota Batam berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan kepatuhan menjalani pengobatan semakin meningkat, sehingga target mewujudkan Batam bebas tuberkulosis dapat dicapai secara bertahap melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Penulis : DI
Editor : IZ

















