Pantai Piwang Jadi Panggung Budaya, Natuna Pamerkan Kekayaan Tradisi di Hari Jadi ke-27

- Publisher

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin di HUT Natuna ke-27. Foto: INIKEPRI.COM

Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin di HUT Natuna ke-27. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Alunan drum band, tarian tradisional, hingga kendaraan hias menarik perhatian masyarakat dalam Karnaval Budaya menyambut Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna di Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar, sanggar seni, dan berbagai instansi untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah. Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin Sidik turut menyaksikan rangkaian kegiatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Karnaval secara resmi dilepas Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko Varianto. Sejak awal acara, suasana Pantai Piwang tampak semarak dengan penampilan peserta yang membawa beragam warna seni dan tradisi lokal.

Drum Band hingga Hadrah Meriahkan Karnaval

Penampilan drum band SMAN 2 Bunguran Timur membuka rangkaian karnaval. Acara kemudian dilanjutkan dengan Tari Prosesi Pembuka yang dibawakan Sanggar Langkadura.

BACA JUGA:  Pian Tengah Jadi Titik ke-100 Kampanye Cermin, Ratusan Warga Dambakan Bupati Baru

Peserta bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan panitia. Setiap kelompok menghadirkan penampilan berbeda, mulai dari seni tradisional hingga atraksi kreatif yang menghibur masyarakat.

Salah satu penampilan yang turut mewarnai acara adalah Hadrah Natuna dari Sanggar Jaya Raya. Pertunjukan tersebut memperlihatkan keberagaman ekspresi seni yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat setempat.

Perhatian penonton juga tertuju pada kendaraan hias berbentuk pesawat tempur dari Lanud Raden Sadjad. Atraksi tersebut memberikan nuansa berbeda dalam karnaval yang melibatkan unsur masyarakat, pelajar, dan instansi pemerintah.

Sementara itu, SMAN 2 Bunguran Timur kembali tampil dengan Tari Joget Lambak. Tarian tradisional ini menjadi salah satu bagian penutup pertunjukan sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Sejumlah peserta juga tampil di depan panggung utama sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan secara langsung.

Libatkan Pelajar dan Sanggar Seni

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Beri Motivasi ke Peserta Pelatihan SAR di Batam

Keterlibatan pelajar dan kelompok seni menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Karnaval tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian hari jadi daerah, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menampilkan, dan menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Berbagai bentuk pertunjukan yang ditampilkan memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Natuna hadir dalam beragam ekspresi, mulai dari musik, tarian, hingga atraksi kreatif yang dapat dinikmati masyarakat lintas generasi.

Bupati Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin Sidik mengikuti rangkaian kegiatan bersama jajaran Forkopimda dan para undangan.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Danlanud Raden Sadjad Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendi, Danskadron Udara 52 Letkol Pnb Lucky Candra Yudistira, serta perwakilan Lanal Ranai, Satrad 201 Ranai, Yon Komposit Gardapati, dan Kejaksaan Negeri Natuna.

BACA JUGA:  Rp400 Juta Digelontorkan untuk Masjid Darul Aman, Warga Belakang Gunung Sampaikan Apresiasi ke Bupati Cen Sui Lan

Turut hadir Kepala LPP RRI Ranai Vespa Krisnawathy, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Sutomo, serta Kepala SMAN 1 Bunguran Timur Ida Susanti.

Budaya Jadi Bagian dari Identitas Natuna

Karnaval Budaya menjadi salah satu agenda untuk memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna yang diperingati pada 12 Oktober 2026.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, kegiatan ini menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan identitas daerah melalui seni dan tradisi. Partisipasi pelajar, sanggar seni, dan berbagai instansi juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan bersama dalam menjaga kekayaan budaya.

Melalui kegiatan seperti ini, seni tradisional diharapkan tetap dikenal oleh generasi muda dan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Natuna.

Di tengah perkembangan zaman, pelestarian budaya menjadi salah satu cara untuk menjaga jati diri daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam membangun Natuna.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Jelang HUT ke-27 Natuna: Cen Sui Lan Sambangi UMKM Pantai Piwang, Ingin UMKM Natuna Makin Berkembang
Natuna Tak Hanya Andalkan Laut, Cen Sui Lan Dorong Budidaya Ikan Air Tawar
Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box
Pemkab Natuna Subsidi Margin Pinjaman UMKM hingga 0 Persen, Plafon Maksimal Rp20 Juta
Jembatan Subi Kecil–Subi Besar Diprioritaskan 2027, Cen Sui Lan: Kita Usahakan Terealisasi
Natuna Siapkan Dua Kecamatan Baru, Pemekaran Didorong Percepat Pembangunan Perbatasan
Cen Sui Lan Pasang Target Pejabat Baru: Enam Bulan Tak Beres, Siap Dirotasi
2.048 Tim Turun ke Meja Domino, Raja Mustakim Dukung Ajang Akbar di Natuna

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Pantai Piwang Jadi Panggung Budaya, Natuna Pamerkan Kekayaan Tradisi di Hari Jadi ke-27

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Jelang HUT ke-27 Natuna: Cen Sui Lan Sambangi UMKM Pantai Piwang, Ingin UMKM Natuna Makin Berkembang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Natuna Tak Hanya Andalkan Laut, Cen Sui Lan Dorong Budidaya Ikan Air Tawar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Bantu Nelayan Natuna Jaga Hasil Tangkapan, Cen Sui Lan Serahkan 100 Cold Box

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Pemkab Natuna Subsidi Margin Pinjaman UMKM hingga 0 Persen, Plafon Maksimal Rp20 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Lifestyle

Kenapa Kamar Hotel Jarang Sediakan Guling? Ini 4 Alasannya

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:55 WIB