INIKEPRI.COM – Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen pembangunan, mulai dari infrastruktur dan pendidikan hingga kesejahteraan nelayan serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Natuna ke-21 Masa Sidang III Tahun Sidang 2026, Senin (12/10/2026), Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa daerah tersebut memperoleh dukungan anggaran dari APBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sekitar Rp637,53 miliar pada 2026.
Dukungan tersebut diarahkan untuk berbagai program strategis, termasuk pembangunan Pasar JICA, Program Kampung Nelayan Merah Putih di 20 lokasi, revitalisasi 62 sekolah, pembangunan jalan dan pengamanan pantai, hingga pembangunan Sekolah Rakyat.
Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, itu dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin, Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Boy Wijanarko Varianto, anggota DPRD Provinsi Kepri, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta tokoh masyarakat, agama dan adat.
Capaian Pembangunan dan Tantangan Daerah
Dalam pidatonya, Cen Sui Lan mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk mengenang perjuangan para pendahulu sekaligus mengevaluasi perjalanan pembangunan Natuna sejak dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999.
Ia mengapresiasi para tokoh pendiri, mantan kepala daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Natuna hingga saat ini.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pemerintah terus berupaya memperkuat pembangunan melalui perencanaan terukur dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Natuna mencapai 78,94 poin. Tingkat kemiskinan tercatat 4,81 persen, turun 0,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Rasio gini berada pada angka 0,263 poin, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 3,98 persen.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Natuna hingga Triwulan II 2026 mencapai 9,51 persen jika memasukkan sektor minyak dan gas (migas). Sementara itu, pertumbuhan tanpa migas mencapai 0,59 persen, membaik dibandingkan kontraksi 1,61 persen pada tahun sebelumnya.
Cen Sui Lan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan pendapatan nelayan, petani dan pelaku usaha.
Anggaran Menyasar Infrastruktur hingga Pendidikan
Dukungan sekitar Rp637,53 miliar pada 2026 menjadi salah satu modal untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Dalam pidatonya, Bupati menyebut Program Kampung Nelayan Merah Putih di 20 lokasi, revitalisasi 62 sekolah, pembangunan Jalan Kelarik Hulu–Segeram, serta pengamanan pantai Kepala Tahap II sebagai sejumlah program yang mendapat dukungan.
Pemerintah juga merencanakan perbaikan 393 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan fasilitas irigasi dan air baku, normalisasi sungai, serta pembangunan gudang Bulog di Pulau Laut, Midai dan Serasan.
Di sektor ekonomi kerakyatan, dukungan mencakup pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di 77 desa dan kelurahan serta program hilirisasi kelapa. Program-program tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi dan memperkuat kegiatan usaha masyarakat di wilayah kepulauan.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur turut mencakup rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Selat Lampa dan pembangunan Jembatan Sekunyam–Pian Tengah.
4.361 Nelayan dan 76 Mahasiswa Mendapat Dukungan
Pembangunan Natuna juga diarahkan pada perlindungan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pidatonya, Cen Sui Lan menyampaikan adanya program asuransi bagi 4.361 nelayan. Dukungan ini menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan.
Di bidang pendidikan, sebanyak 76 putra-putri Natuna disebut memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.
Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Bagi Natuna, peningkatan akses pendidikan penting untuk membuka kesempatan generasi muda berkontribusi dalam pembangunan, baik di daerah sendiri maupun di tingkat yang lebih luas.
Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat turut masuk dalam program yang mendapat dukungan anggaran pada tahun ini.
Minta Program Dikawal Bersama
Cen Sui Lan menegaskan bahwa dukungan anggaran dan berbagai program pembangunan merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak ikut mengawal pelaksanaannya agar berjalan baik, tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRD Natuna Rusdi dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara legislatif, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan.
Ia menyoroti sejumlah agenda yang perlu terus diperjuangkan, antara lain pemerataan pembangunan antarpulau, peningkatan konektivitas, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, kesejahteraan nelayan, pariwisata bahari dan perlindungan lingkungan.
Peringatan HUT ke-27 Natuna pun menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya program yang direncanakan. Keberhasilan pembangunan juga bergantung pada pelaksanaan yang tepat, pengawasan bersama, serta sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar.
Penulis : RP
Editor : IZ

















