Mengenal Cogan, Regalia Kerajaan Melayu Riau Lingga

Batam, inikepri.com – Bila kita melintas di samping Museum Raja Ali Haji, di Dataran Engku Putri, Batam, maka kita akan melihat sebuah lempengan besar mirip daun sirih, inilah Cogan.

Bunge Rampai Negeri Madani, Kecamatan Batamkota kali ini membahas tentang Cogan, ragam Regalia Kerajaan Melayu Riau Lingga.

“Semoga ulasan memantik minat kaum muda yang kini semakin keranjngan gadget, untuk kembali memahami dan memelihara warisan budaya kebesaran bangsa kita,” ujar Camat Batamkota Aditya Guntur Nugraha.

Berdasarkan nukilan dari beberapa sumber, diantaranya: Sejarawan Kepri Aswandi Syahri’, Dr. Suryadi, peneliti sejarah bermukim di Leiden Belanda, dan beberapa nukilan Rida K Liamsi, Regalia Kerajaan Melayu Riau-Linga dapat diragamkan ke dalam setidaknya 5 bagian penting.

Di antaranya: senjata pusaka kebesaran, simbol atau emblem kebesaran, perlengkapan uparaca kebesaran, perhiasan kebesaran dan pakaian kebesaran.

Cogan sendiri merupakan salah satu alat kebesaran atau regalia yang dimiliki Kerajaan Johor Riau Lingga Pahang yang pada hari ini wilayahnya mencakup Kepulauan Riau, Riau, Jambi sampai ke Malaysia dan Singapura. Cogan berfungsi sebagai simbol, emblem, lambang dan tombak kebesaran kerajaan pada masanya.

Secara fisik Cogan adalah sebuah tombak simbol kebesaran kerajaan yang diwarisi hingga tahun 1913 sebelum keruntuhannya oleh belanda dimasa Kesultanan Sultan Abdulrahman Syah.

Lambang Kebesaran Kerajaan berbentuk tombak besar menyerupai lempeng daun sirih yang kemudian dinamakan juga “Sirih Besar” oleh Budayawan Hasan Junus ini, berbahan dasar emas 22 karat berhias tujuh baris batu rubi.

Batu permata itu melingkar di bagian selongsong berukir berbahan perak sebagai tempat meletakan tangkainya yang terbuat dari emas.

Terdapat dua pengapit pada sisi luarnya dan tulang pada tengahnya, berbahan dasar perak dengan bagian kemuncaknya yang menyerupai sejenis buah berbahan emas.

Pada kedua belah bagian sisinya terdapat ukiran tulisan timbul dalam lambang huruf arab menggunakan Bahasa Melayu (Arab Melayu) yang memiliki terjemahan berikut :

“HU HU Bismillahi Rohmani Rohimi, Bahwa inilah raja yang keturunan dari Bukit Siguntang asalnya daripada Sri Rultan Iskandar Zulkarnain Syah, iyalah raja yang adil lagi berdaulat yang mempunyai tahta kerajaan serta kebesaran dan kemuliaan kepada segala negeri yang di dalam daerah tanah Melayu dengan Kurnia Tuhan Rabbu’arsil’azim atasnya dan dikekalkan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala di atas tahta kerajaannya ditambahi Allah pangkatnya yang kebesaran serta derajatnya yang kemuliaan di dalam daulat sa’adati ‘alallah wama khalidillah malikahu wa sultanahu wa abda’adlahu wa ihsanah bijati an nabiyi syaid almursalin wa ‘ala alihi wasahbihi ajma’in amin amin Allahumma amin”

Pada masanya selain sebagai alat peneguh legitimasi dalam proses penabalan atau pengangkatan seorang sultan, Cogan digunakan dalam setiap arak-arakan setiap kali raja atau sultan ke luar kerajaan atau memasuki balairung istana.

Selain sebagai lambang kebesaran sultan dan kerajaan, Cogan merupakan tanda yang meneguhkan pemegangnya, juga menjelaskan silsilah asal-usul Raja Kesultanan Riau Lingga yang berpunca pada Sultan Iskandar Zulkarnain Syah Yang Agung, penakluk timur dan barat.

FB Batamkota

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer