Untuk menciptakan generasi yang memiliki akhlakul mulia, Isdianto mengatakan bahwa tidak dapat dilakukan sendri oleh Gubernur maupun Bupati, namun butuh keterlibatan semua unsur masyarakat terutama Pondok Pesantren yang terus hadir memberikan pembelajaran keagamaan.
“Harapan saya dengan berdiri pesantren ini dapat dimanfaatkan dengan baik untik mendidik anak kita secara benar supaya anak kita jadi anak sholeh dan sholeha. Selain itu dalam pembelajaran, jangan melanggar ketentuan yang digariskan, sesuai dengan peraturan Indonesia,” pesannya.
Lebih lanjut Isdianto menyampaikan bahwa Perkembangan Pondok Pesantren serta sekolah-sekolah islam terpadu di Provinsi Kepulauan Riau mengalami kemajuan yang cukup pesat. Saat ini, Pondok Pesantren dan Sekolah Islam Terpadu tidak hanya berada di kota-kota besar dan pusat kabupaten atau kecamatan saja, tetapi sudah merata di beberapa desa dan kelurahan.
Saat ini semakin banyaknya generasi muda kita yang melanjutkan pendidikannya ke pondok-pondok pesantren dan pusat-pusat Tahfidz Quran. Mereka kini bangga mendapatkan pendidikan di pesantren, mereka bangga hidup di pondok, dan mereka bangga akan syi’ar Islam.
“Fenomena ini tentunya harus terus kita pertahankan dan bila perlu kita tingkatkan. Berbagai pihak harus mendukung keberlangsungan pondok pesantren serta mempertahankan tren pendidikan berbasis Quran. Insya Allah beberapa tahun mendatang, Provinsi Kepulauan Riau akan mencetak generasi penerus dan calon-calon pemimpin yang mencintai Al-Quran dan Sunnah,” tutupnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















