Sabtu, 12 Juni 2021
28 Mei 2021
(ANTARA FOTO)
(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Kebijakan Wali Kota Tanjungpinang Rahma yang membatasi kegiatan sosial masyarakat dikritik lantang oleh masyarakat. Pasalnya, kebijakan itu dinilai tidak seperti seharusnya.

Sebagai perbandingan pemilik kedai kopi, hanya boleh beraktivitas hingga pukul 22.00 WIB. Selain itu, tidak boleh ada pesta pernikahan untuk mencegah penularan COVID-19.

Namun, Gelanggang permainan berupa “kim” (lagu berhadiah uang) di sejumlah kawasan ibu kota Provinsi Kepulauan Riau itu, tetap beraktivitas normal di tengah pandemi COVID-19.

Padahal, dalam surat edaran Wali Kota Tanjungpinang tersebut juga melarang aktivitas gelanggang permainan. Namun, apa yang terjadi di Jalan Gambir dan Jalan Tengku Umar Tanjungpinang? Terdapat aktivitas hiburan yang berbau judi di lokasi seluas sekitar setengah dari lapangan futsal. Konon aktivitas “kim” ini tidak diketahui oleh Satpol Pamong Praja Tanjungpinang. Ironisnya, jarak lokasi perjudian ini hanya berjarak kurang dua kilometer dari Gedung Daerah Provinsi Kepri.

Dilansir dari ANTARA, Kepala Satpol PP Tanjungpinang Ahmad Yani kepada sejumlah wartawan sempat berdalih bahwa rencana merazia tempat itu selalu bocor.

Kenyataannya, suara penyanyi yang diiringi musik terdengar jelas dari jalan pada malam hari, bahkan hingga pukul 03.00 WIB. Setiap malam puluhan orang bermain di lokasi tersebut.

Para pemain membeli kupon dengan harga Rp10 ribu sampai Rp20 ribu. Mereka mengisi kupon berisi angka tersebut sesuai dengan yang disampaikan penyanyi.

Pemenang memperoleh hadiah Rp180 ribu jika berhasil mengisi lima baris angka yang tersedia di kupon.

Ketika menelusuri lokasi lainnya yang disebut-sebut sebagai tempat kasino. Kasino ini menggunakan dua ruko, persis di depan Hotel Paradis Tanjungpinang.

Aktivitas di dalam ruko tertutup. Beberapa hari lalu, dua orang berpakaian preman berada di depan ruko. Namun, tadi malam, ruko hanya dibuka bila ada orang ingin masuk. Sepeda motor yang dikendarai orang tersebut juga masuk di dalam ruko.

Seorang berinisial Ah menyatakan tempat yang dikelolanya bukan kasino. Padahal, di dalam ruko itu terdapat mesin jackpot dan cingkoko. Aktivitas jackpot dan cingkoko juga sudah berhenti setelah Imlek.

“Sempat buka saat Imlek, sekitar sebulan, kemudian tutup sampai sekarang. Rencananya pada tanggal 1 Juni 2021 buka kembali jika diizinkan,” kata AH.

AH berdalih orang-orang yang keluar masuk ruko tersebut dalam beberapa hari terakhir bukan pemain jackpot maupun cingkoko, melainkan tinggal di lantai tiga ruko tersebut.

Tempat main jackpot dan cingkoko di lantai dua, menurut dia, sekarang ini ada perbaikan sedikit.

Ia paham terhadap peraturan perundangan-undangan yang melarang aktivitas perjudian. Namun, dia beralasan arena judi itu dibuka kembali untuk mempekerjakan banyak orang.

Keuntungan yang diperoleh dalam kegiatan itu juga dibagi ke berbagai pihak. “Kalau tidak diizinkan, kami tidak berani buka,” katanya.

Klaster Gelper

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x