Batam, inikepri.com – Silaturahmi Walikota dan Wakil Walikota Bersama Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB) digelar di Panggung Utama Engku Putri Batam, Rabu (29/7) siang.
Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi, menyampaikan peran pemuka agama sangat penting dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Bukan tanpa alasan, pemuka agama selalu dekat dengan masyarakat.
“Sebelumnya saya sudah bertemu dengan RTRW, kader posyandu hingga ustaz-ustaz dan guru ngaji. Kali ini bersilaturahmi dengan bapak ibu pendeta, tujuan utama silaturahmi ini yakni bagaimana Covid-19 di Batam ini selesai, ” kata Rudi pada acara yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad tersebut.
Ia mengakui penanganan Covid-19 tidak lepas dari peran serta pemuka agama dengan ikut mengimbau penerapan protokol kesehatan. Untuk itu, ia berharap imbauan dapat terus dilakukan hingga Batam bebas Covid-19.
“Maka saya harap kita jangan lengah. Covid ini masih ada, belum selesai. Saya titip saat berkhotbah sampaikan kepada umat pentingnya melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.
Sempat dibatasi untuk sementara waktu, kini ibadah bersama telah diperbolehkan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, menggunakan handsanitazer, menjaga jarak satu sama lain hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Mari bersama terapkan ini, sampaikan ke jamaat ini demi kebaikan kita bersama,” imbuhnya.
Ketua Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB), Pendeta Fresly Sihombing mengajak para pendeta berdoa agar Covid-19 segera berlalu. Pada kesempatan tersebut, para pendeta mengapresiasi upaya dan capaian terkait penanganan Covid-19 di Batam.
“Di tengah pandemi ini, kita berterima kasih banyak pak walikota dan wakil walikota yang tetap semangat memberikan edukasi ke masyarakat. Mereka selalu tampil hadir agar masyarakat bersatu menjalankan protokol kesehatan,” papar dia.
Tidak hanya itu, sembako bagi para pendeta juga diperhatikan oleh Pemko Batam. Hal lain seperti handsanitazer hingga masker sebagai upaya pencegahan Covid-19. “Kami sampaikan ucapan terimakasih banyak. Semoga tuhan selalu menyertai dan kiranya tetap diberi kesehatan,” ujarnya.
Kepala Badan Koordinasi Antar Gereja (BKAG) Kota Batam Pdt Surya Wijaya menyampaikan apa yang dilakukan Pemko Batam sudah cukup memuaskan. Menurut dia, angka kematian karena Covid-19 di Batam sangat rendah.
“Saya juga orang kesehatan, mungkin penanganan ini yang terbaik dibanding daerah lain Indonesia. Tentu ini tak lepas hasil kerja keras pak wali dan jajarannya,” lanjutnya
Pendeta Batam Sepakat Pilkada Aman dan Damai

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, juga meminta para pendeta turut andil menjaga tetap aman, terlebih tahun ini akan digelar Pemilukada.
“Saya ingin Pilkada aman dan damai. Jika sudah aman daerah ini, ekonomi akan baik juga,” ucap Rudi.
Menurutnya, seyogyanya kebersamaan tetap dibina ditengah ragamnya latar belakang agama maupun suku warga Batam. “Kita semua ini sama, yaitu warga Batam,” tambahnya.
Gayung bersambut, Ketua Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB), Pendeta Fresly Sihombing mengaku pendeta siap menjaga Batam.
“Kita harus ikut aktif menjaga Batam, kota kebanggan kita. Kotamu kotaku, kota kita bersama. Kota bandar dunia Madani, rumah kita bersama. Majulah Kota Batam,” serunya disambut tepuk tangan para pendeta yang hadir.
Sementara itu, Kasi Bimas Kristen Kantor Agama Kota Batam Pargolan Simanjuntak menyebutkan, Batam akan aman jika trilogi kerukunan dapat dijalankan. Ia berharap trilogi tersebut dapat dijalankan.
Adapun trilogi ini yakni, kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dan pemerintah.
“Mari kita sama-sama menjaga hal ini,” pungkasnya.

















