Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

- Publisher

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari. Foto: Istimewa

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menilai pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh harus menjadi prioritas utama dalam rencana pengembangan kawasan Jodoh yang digagas oleh BP Batam. Menurut Ombudsman, keberadaan pasar induk jauh lebih mendesak dibandingkan revitalisasi kawasan eks Jodoh Boulevard.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Dr. Lagat Siadari, menegaskan bahwa laju pertumbuhan penduduk Kota Batam yang terus meningkat menuntut tersedianya infrastruktur ekonomi dasar yang kuat dan berfungsi optimal. Salah satunya adalah pasar induk sebagai pusat distribusi kebutuhan masyarakat.

“Dengan jumlah penduduk Batam yang semakin bertambah, keberadaan pasar induk yang representatif bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendasar. Pasar induk berperan penting dalam menjaga stabilitas distribusi dan harga barang,” ujar Lagat.

BACA JUGA:  PPDB Kepri 2024, Ombudsman Paparkan Sejumlah Temuan di Lapangan

Ia menilai pasar induk bukan hanya tempat transaksi jual beli, melainkan simpul utama penggerak ekonomi rakyat. Jika dikelola dengan baik, pasar induk dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Lagat juga mengingatkan bahwa Pasar Induk Jodoh memiliki sejarah panjang yang sarat dinamika. Bangunan yang didirikan pada tahun 2004 dengan nilai investasi sekitar Rp34 miliar tersebut tidak pernah berfungsi optimal akibat persoalan konstruksi. Setelah bertahun-tahun terbengkalai, bangunan itu akhirnya dibongkar pada 2021.

“Padahal, secara konsep, pasar induk adalah tulang punggung sistem perdagangan kota. Ketika pasar induk tidak berjalan, maka distribusi ekonomi juga menjadi tidak efisien,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sambut Hari Bhakti ke-73, Imigrasi Batam Gelar Paspor Simpatik

Menurut Ombudsman, rencana pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh sejatinya sudah terlalu lama tertunda. Lagat mengingatkan bahwa BP Batam telah menyampaikan komitmen pembangunan ulang pasar tersebut pada Juli 2025 lalu, sehingga sudah semestinya rencana itu direalisasikan secara konkret.

“Komitmen sudah disampaikan. Sekarang yang dibutuhkan adalah keberanian menetapkan skala prioritas dan mengarahkan anggaran ke kebutuhan ekonomi makro yang paling dirasakan masyarakat,” tegas Lagat.

Terkait rencana revitalisasi kawasan eks Jodoh Boulevard, Ombudsman meminta BP Batam bersikap lebih hati-hati. Kawasan tersebut, menurut catatan Ombudsman, telah dua kali direvitalisasi pada tahun 2000 dan 2017 dengan anggaran miliaran rupiah, namun belum memberikan dampak signifikan bagi pengembangan UMKM maupun perekonomian lokal.

BACA JUGA:  Soft Opening RM Melayu Datin Selvi Fitriani, Amsakar Pesankan Hal Ini 

“Kita tidak ingin mengulang kegagalan yang sama. Revitalisasi tanpa perencanaan matang dan kebutuhan riil masyarakat hanya akan menghabiskan anggaran tanpa hasil nyata,” ujarnya.

Ombudsman menilai pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh akan memberikan manfaat yang jauh lebih luas dan berkelanjutan dibandingkan menata ulang kawasan yang secara historis sulit berkembang. Pasar induk diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi, memperlancar distribusi logistik, serta membuka peluang usaha baru bagi pedagang lokal.

Dengan rekomendasi tersebut, Ombudsman Kepri berharap BP Batam dapat mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Fokus pembangunan diharapkan diarahkan pada infrastruktur ekonomi yang benar-benar fungsional, berdampak luas, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat Batam yang terus berkembang.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Aweng Kurniawan Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Tanjung Riau, Gerindra Batam Sasar Lingkungan Warga
HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat
PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS
Sidak Malam-Malam, Ombudsman Soroti Dugaan Pungli dan 321 WBP di Lapas Perempuan Batam
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Agustus 2026: Arus Logistik Menguat, General Cargo Batu Ampar Tembus Target 102%
Sambut HUT ke-24 Kepri, Pemko Batam Imbau Warga Kenakan Baju Kurung Melayu
Dari Jalan hingga Air Bersih, Amsakar Beberkan Arah Pembangunan Batam
18 Titik di CBD Batam Center Jadi Lokasi Uji Sistem Subdrain BP Batam

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:33 WIB

Aweng Kurniawan Pimpin Gerakan Indonesia ASRI di Tanjung Riau, Gerindra Batam Sasar Lingkungan Warga

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat

Sabtu, 19 September 2026 - 10:33 WIB

Sidak Malam-Malam, Ombudsman Soroti Dugaan Pungli dan 321 WBP di Lapas Perempuan Batam

Sabtu, 19 September 2026 - 09:43 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Agustus 2026: Arus Logistik Menguat, General Cargo Batu Ampar Tembus Target 102%

Kamis, 17 September 2026 - 09:25 WIB

Sambut HUT ke-24 Kepri, Pemko Batam Imbau Warga Kenakan Baju Kurung Melayu

Berita Terbaru