‘Aku Viralkan Biar Pak Prabowo Tahu’: Pengakuan Wanita Soal ‘Uang Grenti’ Rp800 Ribu di Pelabuhan Batam Center

- Publisher

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akun TikTok Yulianti Yuli1612 membagikan praktek culas di Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Tangkapan Layar

Akun TikTok Yulianti Yuli1612 membagikan praktek culas di Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto: Tangkapan Layar

INIKEPRI.COM — Amarah itu pecah di tempat yang seharusnya steril dari kecurangan. Di balik konter keberangkatan, di bawah atap Pelabuhan Internasional Batam Center, gerbang Indonesia menuju negeri jiran, seorang wanita berdiri dengan ponsel menyala. Suaranya meninggi. Tangannya bergetar. Kalimat-kalimatnya meluncur tanpa rem.

Video berdurasi 43 detik itu kini mengguncang media sosial.

Diunggah melalui akun TikTok Yulianti Yuli1612, rekaman tersebut menuding adanya praktik culas oknum petugas yang diduga meminta “uang grenti” agar penumpang bisa lolos menyeberang ke Malaysia. Bukan pungutan resmi. Bukan biaya negara. Melainkan uang yang disebut sebagai syarat tak tertulis di pintu perbatasan.

Wanita itu mengaku hendak berangkat ke Malaysia pada 8 Januari 2026. Namun niatnya kandas. Bukan karena paspor bermasalah, bukan karena dokumen kurang, melainkan karena ia menolak membayar Rp800 ribu.

“Ya kalau kalian mau ke Malaysia, kalian harus menyuap dulu 800 ribu rupiah. Kalau tidak, tidak lolos,” teriaknya dalam video yang diunggah Jumat (9/1/2026).

“Aku bolak-balik dari tahun 99, tidak ada masalah,” lanjutnya, seolah menegaskan bahwa ini bukan pengalaman pertama bepergian lintas negara.

Namun amarahnya tak berhenti di situ.

“Aku Viralkan Biar Pak Prabowo Tahu,” suaranya menggema di pelabuhan tersebut.

Dalam video lanjutan, nada suaranya makin tajam. Ia menyebut akan memviralkan kejadian itu agar sampai ke telinga Presiden Republik Indonesia.

“Aku viralkan, bagi tahu Pak Prabowo kenapa Indonesia selalu makan suap. Aku viralkan. Gak adil, Pak! Saya ada suami orang Singapur, Pak. Kenapa saya mau masuk Malaysia dipersulit? Aku tahu siapa yang makan suap. Kalau gak pakai ‘grenti’, kalian tidak bisa masuk ke Malaysia,” ucapnya lantang.

BACA JUGA:  Gelap Mata, Pemuda 19 Tahun Perkosa Nenek 63 Tahun saat Kepergok Mencuri

Kalimat-kalimat itu bukan sekadar luapan emosi. Ia adalah tudingan terbuka, disampaikan di ruang publik, diarahkan pada sistem yang ia anggap telah membiarkan praktik busuk tumbuh subur.

Uang Diselipkan di Paspor

Lebih jauh, pemilik akun mengungkap cara kerja dugaan praktik tersebut. Menurutnya, uang grenti diselipkan di dalam paspor sebelum diserahkan kepada petugas. Sebuah isyarat sunyi, namun menentukan nasib perjalanan seseorang.

Skema ini, menurut warganet, bukan cerita baru. Hanya saja, selama ini dibungkus ketakutan dan dibicarakan dengan suara pelan.

Yang lebih mengejutkan, besaran uang grenti disebut terus melonjak.

Warganet menyebut, dulu cukup Rp300 ribu. Kini, angka itu melonjak drastis menjadi Rp800 ribu.

Pemilik akun bahkan menghitung, jika ingin benar-benar berangkat ke Malaysia, ia harus mengeluarkan sekitar Rp1,5 juta, gabungan tiket ferry Batam–Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia, dan uang grenti.

Ironisnya, uang grenti itu lebih mahal daripada tiket ferry itu sendiri.

Bukan Satu Video, Bukan Satu Suara

Tak berhenti pada satu unggahan, akun Yulianti Yuli1612 juga mengunggah sejumlah video lain yang menyingkap dugaan praktik culas oknum di pelabuhan tersebut. Potongan-potongan video itu membangun satu narasi utuh: bahwa kejadian ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola lama yang terus berulang.

BACA JUGA:  Pria Bersarung Terciduk Borong Kondom di Minimarket, Netizen: Sehari Berapa Kali?

Hasilnya, ledakan reaksi publik tak terelakkan.

Saat berita ini diterbitkan, salah satu video telah ditonton lebih dari 746 ribu kali, disukai puluhan ribu akun, dan dibanjiri ribuan komentar.

Kolom komentar berubah menjadi ruang kesaksian massal.

Warganet Bicara: “Kami Sudah Lama Mengalaminya”

Akun @lolimryfotj menulis dengan nada getir: “Iya mereka sakit hati jiwa dan mental kalau tidak ambil uang orang. Uang rakyat selalu mempersulit rakyat dengan bermacam-macam birokrasi dan sistem yang mengarut. Saya sendiri sudah merasakannya. KONOHA ini benar-benar miris.”

Akun @ilmi boyy mengaku mengalami hal serupa: “Bener bu, saya pernah kena di Harbourbay. Dicari-cari kesalahan sama imigrasi kita. Makanya malas lewat situ.”

Sementara @Borhom👰🏻‍♀️💒 menuliskan dukungan panjang: “Mantap buk, keberanianmu kami dukung. Ibu sudah mewakili kami semua. Aku dari tahun 2014 sudah tau cerita ini, harus pakai uang slip baru boleh masuk. Panteslah aku dulu mau masuk Malaysia gak lolos karena gak selipkan uang.”

Komentar-komentar itu mempertegas satu hal: apa yang dialami wanita ini bukan cerita tunggal.

Gerbang Negara yang Dipertanyakan

Pelabuhan Internasional Batam Center seharusnya menjadi wajah negara tempat hukum berdiri tegak dan pelayanan berjalan adil. Namun video ini justru membuka wajah lain: gerbang yang diduga dikotori praktik oknum, tempat keadilan bisa tertinggal di dermaga jika tak disertai uang.

BACA JUGA:  Ibunya Diabetes Tapi Dibilang Dokter Kena Corona, Curhat Seorang Anak ini Viral

Publik kini bertanya keras: Apakah praktik ini dibiarkan? Ataukah dianggap rahasia umum yang tak perlu disentuh?

Menanti Respon Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center maupun instansi yang berwenang terkait tudingan dugaan praktik “uang grenti” sebagaimana disampaikan dalam video viral tersebut.

Redaksi inikepri.com telah melakukan konfirmasi kepada pemilik akun TikTok Yulianti Yuli1612 untuk mendapatkan penjelasan utuh mengenai kronologi kejadian, termasuk waktu, lokasi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat, yang akan diterbitkan pada artikel selanjutnya.

Selain itu, redaksi juga akan meminta klarifikasi resmi dari otoritas pelabuhan, instansi keimigrasian, serta aparat penegak hukum guna memastikan apakah praktik yang ditudingkan tersebut memiliki dasar hukum atau justru merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum tertentu. Langkah ini penting untuk menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepentingan publik, sekaligus memastikan tidak ada pihak yang dirugikan oleh informasi yang belum terverifikasi.

inikepri.com berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi lanjutan berdasarkan hasil konfirmasi dan penelusuran di lapangan. Setiap pernyataan resmi dari pihak terkait akan dipublikasikan secara proporsional sebagai bagian dari hak jawab dan transparansi kepada publik.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Out of The Box! Open Trip ke SP Plaza Batu Aji Ramai Peminat, Ada yang Ingatkan Wajib Bawa Paspor
Rezeki Tak Terduga: Lansia di Penang – Malaysia Menang Lotre Rp170 M
Terjadi Lagi! Supir Truk Ugal-ugalan di Batam, Ditegur Malah Memepet Mobil dan Turun Bak ‘Bang Jago’
Terungkap, Aktivitas Terakhir Selebgram Lula Lahfah Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia
Niat Bantu Berujung Petaka, Selebgram Batam Rugi Rp100 Juta Ditipu Modus Servis HP
Keluarga Lula Lahfah Ajukan Permohonan Tidak Dilakukan Otopsi, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
Kasus Dugaan Penipuan Kripto, Timothy Ronald dan Kalimasada Juga Dilaporkan di Jawa Timur
DPRD Batam Minta BKPSDM Bentuk Tim Khusus Selidiki Dugaan Kasus Viral Gustian Riau

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:25 WIB

Out of The Box! Open Trip ke SP Plaza Batu Aji Ramai Peminat, Ada yang Ingatkan Wajib Bawa Paspor

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:10 WIB

Rezeki Tak Terduga: Lansia di Penang – Malaysia Menang Lotre Rp170 M

Senin, 2 Februari 2026 - 09:14 WIB

Terjadi Lagi! Supir Truk Ugal-ugalan di Batam, Ditegur Malah Memepet Mobil dan Turun Bak ‘Bang Jago’

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:36 WIB

Terungkap, Aktivitas Terakhir Selebgram Lula Lahfah Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:19 WIB

Niat Bantu Berujung Petaka, Selebgram Batam Rugi Rp100 Juta Ditipu Modus Servis HP

Berita Terbaru