Negara Rugi Besar, Rokok Ilegal Membanjiri Pasar

- Publisher

Senin, 3 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Upaya aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran rokok ilegal sepertinya mesti harus lebih ditingkatkan melihat fakta yang terjadi di lapangan.

Meski kerapkali beragam pemberitaan baik dari media massa dan media siber maupun media sosial, nyatanya rokok-rokok ilegal ini masih terus membanjiri Kota Batam.

Dengan mudah, “rokok-rokok haram” ini kita jumpai mulai dari kelas toko hingga kelas warung pinggir jalan.

Selain tak bercukai rokok-rokok tersebut tak menyertakan nomor produksi, bahkan sebagian rokok yang dijual pedagang tidak menyertakan perusahaan yang memproduksinya.

BACA JUGA:  Begini Kronologi Karyawan Sate Kendal Nagoya Gantung Diri

Miris, seakan-akan aparat penegak hukum khususnya Bea Cukai tidak menjalankan kerjanya dengan baik.

Dari pantauan awak inikepri.com, disalah satu warung di Nagoya, Batam, Minggu (2/8), beragam merek rokok ilegal tersebut terpajang rapi diatas etalase.

MN(28), pemilik warung tersebut mengatakan, rokok-rokok ini ia dapatkan dari seorang sales yang rutin mengantarkan setiap harinya.

“Saya tak kenal namanya, cuma setahu saya warung-warung sekitar sini, semua beli melalui dia,” katanya.

BACA JUGA:  Jelang Idul Adha, Polresta Barelang Gelar Operasi Patuh Seligi 2020

Peredaran rokok haram yang semakin tak terkontrol ini, jelas menjadi cermin kualitas yang kurang baik para penegak hukum.

Bebasnya rokok rokok tanpa cukai tersebut sangat merugikan keuangan dan pendapatan kas negara dari hasil pajak cukainya dan sudah jelas tertuang dalam Undang undang No 39 tentang Cukai pasal 54 dan pasal 56. Padahal, tiap tahunnya negara mengalami kerugian mencapai 500 Miliar. Sebuah angka yang fantastis ditengah pandemi covid-19 ini.

“Saat ini negara sedang berjuang melawan pandemi Covid-19, tentu membutuhkan biaya yang besar untuk melindungi rakyatnya. Salah satu sumber pemasukan negara yang penting dan menjadi andalan pemerintah adalah dari cukai rokok. Tapi para mafia rokok ilegal malah menggembosi penerimaan negara dengan menyelundupkan rokok-rokok ilegal. Perbuatan para mafia rokok ilegal itu harus dihentikan dan saat ini mafia rokok ilegal adalah musuh kita bersama,” kata Yusu Halawa, Aktivis dari Komunitas Pemuda Merah Putih (KPMP), dikutip dari beritasatu.com(9/4).

BACA JUGA:  Rudi Tangkal Isu Politisasi Covid-19

Rokok Tersebar Hingga Luar Batam

Berita Terkait

PLN Batam Pastikan Tarif Listrik Belum Naik, Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi
Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan
Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai
Natuna Kembali Raih Opini WTP 2025, Cen Sui Lan: Hasil Kerja Keras Kita Bersama
Cuaca Batam 4 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Pagi hingga Dini Hari
Respons BP Batam Soal Air Keruh di Tiban: ABHi Lakukan Penanganan dan Flushing Bertahap Pasca Pekerjaan Interkoneksi Pipa Transmisi Ladi
Volume Peti Kemas Direct Call Tembus 58 Ribu TEUs, TPK Batu Ampar Kian Kokoh sebagai Gerbang Logistik Internasional
Belum Punya KIA? Pemko Batam Pastikan Tetap Bisa Daftar SPMB 2026

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:46 WIB

PLN Batam Pastikan Tarif Listrik Belum Naik, Masyarakat Diminta Cek Informasi Resmi

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Li Claudia Sambut Delegasi Pertahanan 19 Negara, Batam Tunjukkan Posisi Strategis di Kawasan

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:23 WIB

Cen Sui Lan Sambut Jamaah Haji Natuna di Asrama Haji Batam, Pemkab Siapkan Penyambutan di Ranai

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:00 WIB

Natuna Kembali Raih Opini WTP 2025, Cen Sui Lan: Hasil Kerja Keras Kita Bersama

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:55 WIB

Cuaca Batam 4 Juni 2026, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Pagi hingga Dini Hari

Berita Terbaru