Ade Armando benarkan Sumbar tak Pancasilais, Bela Puan?

- Publisher

Senin, 7 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Perkataan Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP, Puan Maharani mengenai Sumatera Barat atau Sumbar harus mendukung negara Pancasila menuai kritikan. Berkenaan dengan itu, pengamat politik, Ade Armando pasang badan untuk membelanya.

Ade Armando mengatakan, sejarah memang menunjukkan banyak tokoh berwatak pluralis dari Sumatera Barat. Namun, kisah itu terjadi di masa lalu. Sementara yang dipersoalkan adalah apa yang terjadi di masa sekarang.

Bahkan, kata Ade, seandainya tokoh bangsa yang hidup di masa lalu melihat kondisi Sumbar saat ini, mungkin saja mereka kecewa.

BACA JUGA:  Duet Anies-Puan di Pilpres 2024 Mengemuka, Pengamat: Bisa Terjadi

“Kalau Bung Hatta masih hidup, mungkin dia juga akan khawatir dengan apa yang terjadi di tempat kelahirannya itu. Tanya saja anak dan cucu Bung Hatta tentang Sumatera Barat. Saya duga jawabannya adalah prihatin,” ujar Ade Armando dinukil dari saluran Youtube Cokro TV, Minggu 6 September 2020.

Lebih jauh, jika merujuk pada indeks kota toleran, Padang termasuk dalam kelompok lima kota paling tak toleran di Indonesia. Hal itu, menurutnya, bisa terlihat ketika pemerintah setempat melarang peredaran injil berbahasa Minang.

BACA JUGA:  Jabatan Presiden Diusulkan 3 Periode, 'El-Clasico' Terjadi di Pilpres 2024

“Itu maksudnya apa? Kalau orang-orang Sumatera Barat memang pancasilais, mereka pasti akan gembira menyaksikan umat Kristen di sana memiliki injil berbahasa Minang,” terang Ade.

Melalui pengamatannya, pengajar di Universitas Indonesia (UI) itu menilai, hukum di Sumbar kebanyakan merujuk pada nilai-nilai keislaman, tidak dari kepercayaan lain. Di luar itu, Ade juga merasa, ada penindasan yang acap dialami kaum nonmuslim Sumbar terkait pelaksanaan ibadah.

BACA JUGA:  Pilpres 2024, Gerindra Beri Isyarat Duet dengan PDIP

“Banyak pemuka agama dan adat di provinsi tersebut berdalih bahwa mereka sekadar menegakkan prinsip: adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah. Yang artinya masyarakat di sana menegakkan adat yang bersendikan syariah, yang berlandaskan Alquran,” tegas Ade.

“Ini jelas mengherankan karena mereka seolah menyatakan bahwa Alquran mengajarkan umat Islam untuk memusuhi dan menindas hak umat Kristen untuk beribadat,” sambungnya.

Sumber : www.hops.id

Berita Terkait

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen
Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA
Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina
Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR
Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai
Formasi Baru! Duet ‘Kak Randi– Mas Kamal’ Resmi Pimpin NasDem Batam: Siap Dekatkan Politik ke Rakyat, Pemilih Muda Dibidik
Sejarah NasDem dan Ujian Terbarunya: Membaca Isu Merger di Peta Politik Nasional
Banyak Capaian Nyata dalam 1,5 Tahun, KNPI Puji Pemerintahan Prabowo: Mulai Pemberantasan Korupsi hingga Mafia Tambang

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Subianto Turun Jadi 9,8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Sekretaris Projo Kepri: Putusan MK Bukan Vonis Gibran Tak Punya Ijazah SMA

Minggu, 27 September 2026 - 10:15 WIB

Jokowi Ungkap Sudah Jadi Anggota PSI, November Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Usulan Pilkada Tanpa Wakil Layak Dikaji, Sudah Dibahas Lintas Fraksi DPR

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:22 WIB

Silaturahmi Hanura dan Bawaslu Batam, Bahas SIPOL hingga Validitas Kepengurusan Partai

Berita Terbaru