Gagah! Bakamla RI Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara

- Publisher

Minggu, 13 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Natuna, inikepri.com – KN Nipah 321 milik Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) mengusir kapal Coast Guard China/The China Coast Guard (CCG) yang kedapatan berkeliaran di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara, yang merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, Sabtu (12/11/2020).

Hal ini disampaikan Bagian Humas dan Protokol Bakamla melalui rilis yang diterima InfoPublik. Disebutkan, kapal dengan nomor lambung 5204 terdeteksi sekitar pukul 10.00 WIB di radar dan automatic identification system (AIS) KN Nipah pada jarak 9,35 NM. KN Nipah meningkatkan kecepatannya dan mengubah haluan melaksanakan intersep hingga jarak 1 Nm.

BACA JUGA:  Tangan Dingin Cen Sui Lan Ubah Jalan Wisata Pantai Maros Jadi Wow dan Mulus

KN Nipah melalui radio VHF chanel 16 menanyakan kegiatan kapal China tersebut. Setelah dilakukan komunikasi melalui radio dan ditanyakan maksud dari keberadaannya di area tersebut. Kapal CCG 5204 bersikeras bahwa mereka sedang berpatroli di area nine dash line yang merupakan wilayah teritorial Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Personel KN. Pulau Nipah – 321 menyampaikan kepada personel kapal CCG 5204 bahwa berdasarkan UNCLOS 1982 tidak diakui keberadaan nine dash line dan CCG 5204 sedang berada di area ZEEI. CCG 5204 diminta segera keluar dari wilayah yurisdiksi Indonesia.

BACA JUGA:  HUT ke-80 RI di Natuna Dimeriahkan Pawai Budaya, Tampilkan Kekayaan Tradisi Nusantara

Perlu diketahui bahwa Laut Natuna Utara merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, dimana Indonesia memiliki hak berdaulat atas sumber daya alam di kolom air. Kapal-kapal asing dibenarkan melintas dengan syarat tidak melakukan aktivitas lain yang bertentangan dengan hukum nasional.

Sampai saat ini, kedua kapal masih saling membayang-bayangi satu sama lain. KN Nipah 321 terus berupaya menghalau CCG 5204 keluar dari ZEEI. Bakamla RI sedang berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) dan Kementerian Luar Negeri terkait hal ini.

BACA JUGA:  Warga Tanjung Kumbik, Pulau Tiga Barat Senang, Rumahnya Kini Terang Benderang

KN Nipah 321 adalah salah satu unsur Bakamla RI yang sedang melaksanakan operasi cegah tangkal 2020 di wilayah zona maritim barat Bakamla. Operasi yang dilepas 4 September lalu di dermaga JICT Tanjung Priok oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia ini rencana akan berlangsung hingga akhir November mendatang.

Berita Terkait

Tinjau Revitalisasi SDN 001 Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan untuk Natuna
Kunjungi Bunguran Barat, Bupati Cen Sui Lan Gelar Pasar Murah dan Tinjau Sejumlah Proyek Strategis
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Beras Cadangan Pemerintah untuk Warga Bunguran Barat
KPDN Perkuat Pembinaan Domino di Natuna, Hadiah Turnamen HUT Batu Hitam Naik Jadi Rp10 Juta
Audiensi dengan Imigrasi Kepri, Bupati Natuna Bahas Kuota Kedinasan hingga Pos Imigrasi Pulau Laut
Distribusi BBM Jadi Sorotan, Bupati Natuna Bahas Kuota hingga Kendala Pulau Terluar Bersama BPH Migas
Bupati Cen Sui Lan Sambut Kunjungan Tim Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional di Natuna
Dewan Pertahanan Nasional Kunjungi Natuna, Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Daerah Perbatasan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tinjau Revitalisasi SDN 001 Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Dukungan Anggaran Pendidikan untuk Natuna

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04 WIB

Kunjungi Bunguran Barat, Bupati Cen Sui Lan Gelar Pasar Murah dan Tinjau Sejumlah Proyek Strategis

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:32 WIB

KPDN Perkuat Pembinaan Domino di Natuna, Hadiah Turnamen HUT Batu Hitam Naik Jadi Rp10 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:59 WIB

Audiensi dengan Imigrasi Kepri, Bupati Natuna Bahas Kuota Kedinasan hingga Pos Imigrasi Pulau Laut

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:54 WIB

Distribusi BBM Jadi Sorotan, Bupati Natuna Bahas Kuota hingga Kendala Pulau Terluar Bersama BPH Migas

Berita Terbaru