Bawa Sabu Dalam Bra, Dua Calon Penumpang Batik Air Diamankan AVSEC Hang Nadim

- Admin

Minggu, 11 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

Batam, inikepri.com – Dua orang calon penumpang Maskapai Batik Air, dengan nomor penerbangan ID-6863 rute Hang Nadim Batam (BTH)-Jakarta (CGK)-Lombok (LOP), bernama Ade Sofyan (36) dan Shanty Mariana BR N alias Tutia Rahmi (39) diamankan petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (11/10/2020), sekira pukul 07.00 WIB, pagi.

Pasalnya calon penumpang tersebut kedapatan membawa Narkotika jenis sabu seberat 117 gram yang diselipkan di dalam Bra yang dikenakan, saat akan memasuki Gate Green Chanel pintu pemeriksaan X-Ray SCP 1 Bandara Hang Nadim Batam, pukul 06.00 WIB.

Kronologis Penangkapan

Penangkapan terhadap calon penumpang Maskapai Batik Air itu, berkat kesigapan petugas Avsec Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Saat itu (pukul 06.00 WIB), petugas wanita Avsec Bandara Hang Nadim Batam, bernama Afsa Monica sedang melaksanakan penjagaan di Gate Green Chanel pintu pemeriksaan X-Ray SCP 1. Ia melihat gelagat yang mencurigakan dari salah seorang calon penumpang bernama Tutia Rahmi, dengan cara jalan pelaku yang terlihat ragu-ragu saat petugas akan melakukan body search (pencarian tubuh/pemeriksaan manual) tepatnya ketika Tutia akan memasuki Gate Green Chanel pintu pemeriksaan X-Ray.

Baca Juga :  Laksanakan GEBRAK, PKK Kota Batam Bagikan Ribuan Masker untuk Masyarakat

Selanjutnya, petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam melakukan pemeriksaan badan terhadap calon penumpang bernama Tutia. Dan benar saja, petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam (Afsa) mendapati suatu benda yang mencurigakan berada di dalam pakaian dalamnya (di dalam Bra) calon penumpang tersebut.

Kemudian, petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam membawa calon penumpang (Tutia) tersebut menuju ke toilet untuk dilakukan pemeriksaan secara mendetail.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam. Petugas menemukan benda mencurigakan yang dibungkus menggunakan lakban berwarna hitam.

Menurut pengakuannya (Tutia), bahwa Ia tidak sendiri melainkan ada satu rekannya yang sedang menunggu diluar, tepatnya berada di terminal. Selanjutnya petugas meminta kepada Tutia untuk menunjukan dimana temannya berada tersebut.

Baca Juga :  Kompak Dukung ASLI, 15 Paguyuban Minang Satukan Suara di Pilkada Batam 2024

Ternyata tidak jauh dari tempat pemeriksaan itu, petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam bernama Sabarudin memanggil teman dari Tutia yang bernama Ade Sofyan.

Kedua pelaku langsung digiring oleh petugas TNI Angkatan Udara (AU), Avsec dan Bea Cukai untuk dibawa menuju ruang Bea Cukai Bandara guna dilakukan pemeriksaan secara mendetail dan dimintai keterangan.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, Petugas lantas membawa keduanya ke Rumah Sakit (RS) Awal Bros Batam untuk dilakukan pemeriksaan Rontgen (prosedur pemeriksaan dengan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik guna menampilkan gambaran bagian dalam tubuh), dengan hasil Nihil.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Suwarso.

“Ya bener, hari ini (Minggu), petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam kembali gagalkan penyelundupan narkotika sabu seberat 117 gram. Sabunya disimpan di dalam (diselipkan) bra, oleh salah seorang penumpang,” ujar Suwarso kepada inikepri.com, ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler dan WhatsApp, sekira pukul 12.59 WIB.

Baca Juga :  Ini Aturan Terbaru Iduladha di Kota Batam

Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam adalah Narkoba jenis sabu dengan total 117 gram, Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Ade Sofyan dan Shanty Mariana BR (KTP orang lain), E-ticket maskapai Batik Air rute Batam-Jakarta-Lombok, dan barang-barang pribadi milik pelaku.

“Kami khusus petugas Avsec, akan terus meningkatkan pengawasan, fakta yang ada sering dilakukan pencegahan pada saat dua hari sebelum hari libur,” tegasnya.

Informasi yang diterima, saat ini pelaku sudah dibawa ke Kantor Beacukai, Batu Ampar, Batam, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk selanjutnya akan diserahkan kepada pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri). (IS)

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB