Tasya mangaku, sejak kecil ia telah merasakan “keanehan” dalam dirinya. Ia tak kuasa menolak, meski sempat mencoba menjalani hidup normal layaknya seorang pria.
“Mau dikata apa, saya lahir sudah begini. Saya hanya menjalani takdir ini dengan ikhlas” terangnya.
Tasya melanjutkan, dia mengaku telah 8 bulan berada di Kota ini. Dia menetap di sebuah hotel di bilangan Jodoh, Kota Batam.
Karena sepinya tamu imbas dari Covid-19, Tasya sudah seminggu belakangan ini mulai menjajakan diri dipinggir jalan. Sebelumnya, ia menawarkan layanan melalui aplikasi michat.
Meski siang hari, ia masih tetap mengaktifkan aplikasi tersebut, menanti pesan dari para tamu yang barangkali akan singgah di kamar hotelnya.

Selama mangkal di lokasi ini, banyak perlakuan kasar yang Tasya alami bersama rekannya.
“Kami sering diteriak dengan kata kasar oleh gerombolan kata anak muda, bahkan tidak jarang kami dilempar batu,” katanya.
Ingin rasanya membalas, namun apa daya, Tasya dan teman lainnya hanya mampu tersenyum.
Mengenai tarif, Tasya mematok harga Rp 50 ribu untuk oral seks dan Rp 100 ribu untuk layanan anal seks.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















