Mengenal Ritual Pengobatan Berjenjang, Pengobatan Melayu Klasik

- Admin

Rabu, 21 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Daik, Lingga (Kemdikbud)

Gunung Daik, Lingga (Kemdikbud)

Bejenjang memiliki dua unsur seni yakni tari dan musik. Unsur pendukung yang menjadi bagian penting dalam ritual tari pengobatan ini.

Tari dilakoni langsung sang Bomo dengan gerakan yang khas. Diiringi Musik yang dimungkinkan memiliki kekuatan magis lewat instrumentasi dan nada-nada yang dimainkan. Menjadi sarana pendukung kegiatan ritual.

Pada upacara Berjenjang, instrumentasi yang digunakan yakni satu buah Gendang Panjang. Yakni gendang dua muka. Merupakan alat musik membranonofone. Sumber bunyinya dari kulit atau membran. Pemain gendang disebut Perentak dalam upacara ini.

Baca Juga :  Menawannya Masjid Jami' Sultan Lingga Usai Direvitalisasi

Ada juga satu buah intrumen lain yakni Gong. Alat musik berbahan logam yang lazim terdapat hampir seluruh wilayah Nusantara dan Asia Tenggara. Instrumen ini masuk dalam kategori Idiofon. Dimana sumber bunyi berasal dari tubuh atau badan intrumen itu sendiri. Gong dimainkan menggunakan sebuah tongkat kayu pendek yang dipukulkan pada pencon atau puting Gong. Selain itu juga terdapat dua orang yang menjadi vokal. Dalam ritual Bejenjang, vokal dikenal dengan istilah Pelagu. Orang yang membawakan atau menyaikan lagu.

Baca Juga :  Kajati Kepri Gerry Yasid Bersama Gubernur Ansar Kunker ke Lingga

Pada ritual ini tidak terdapat instrumentasi melodis. Melainkan hanya instrumen ritmis dibantu dua vokal yang membentuk sebuah harmony. Pola ritme yang dimainkan, yakni rentak 1/4 Silat dan motif Joget ala melayu. Dengan tempo cepat.

Baca Juga :  Polres Lingga Bersama Mahasiswa Universitas Bunda Tanah Melayu Gelar Bakti Sosial dalam Rangka Memperingati HUT Polda Kepri ke-20 di Daik Lingga

“Lagu-lagu yang biasa dimainkan yaitu Gandung, Timang Burung, Maulai, Payung Patah, lagu Tak-Tak Tiung, lagu Maleng dan beberapa lagu lainnya,” kata Pukcu.

Pendukung Ritual Pengobatan

Berita Terkait

Lomba Takraw Meriahkan HAB ke-80 Kemenag, KUA Singkep Barat–Selatan Tampil Solid
Dukung Program Nasional Polri, Polres Lingga Ikuti Groundbreaking 442 SPPG Secara Virtual
Ops Lilin Seligi 2025, Polres Lingga Pastikan Keamanan Penumpang Kapal Ferry
MTsN Lingga Borong Emas dan Perak di SMI Lingga Championship II 2025
Yudisium STIT Lingga 2025: 46 Mahasiswa Resmi Menjadi Sarjana Strata 1
MUI Lingga Sambangi Desa Rejai, Warga Antusias Ikuti Sosialisasi Fatwa dan Dialog Publik
Wakapolres Lingga Pimpin Gotong Royong Bangun Tanggul Darurat Cegah Abrasi di Desa Lanjut
Satbinmas Polres Lingga Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Rob di Dabo Lama

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:55 WIB

Lomba Takraw Meriahkan HAB ke-80 Kemenag, KUA Singkep Barat–Selatan Tampil Solid

Selasa, 30 Desember 2025 - 08:59 WIB

Dukung Program Nasional Polri, Polres Lingga Ikuti Groundbreaking 442 SPPG Secara Virtual

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:12 WIB

Ops Lilin Seligi 2025, Polres Lingga Pastikan Keamanan Penumpang Kapal Ferry

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:19 WIB

MTsN Lingga Borong Emas dan Perak di SMI Lingga Championship II 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:04 WIB

Yudisium STIT Lingga 2025: 46 Mahasiswa Resmi Menjadi Sarjana Strata 1

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB