Mengenal Ritual Pengobatan Berjenjang, Pengobatan Melayu Klasik

- Admin

Rabu, 21 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Daik, Lingga (Kemdikbud)

Gunung Daik, Lingga (Kemdikbud)

Sarana pendukung lainnya berupa kelengkapan ritual pengobatan Berjenjang. Bahan-bahan yang menjadi wajib saat ritual dilaksanakan.

Pada Tahun 2014 lalu, Pukcu berhasil mengikuti jalannya ritual Berjenjang. Saat itu dikatakan Pukcu ritual dibawakan oleh Bomo Nek Kelebang, seorang perempuan yang berusia 102 Tahun di desa Mentuda. Dibantu oleh Zainun sebagai Inang Asuh dan Vokal yang bernama Are dan Akah.

Baca Juga :  Emak-Emak di Dabo Nyatakan Siap Menangkan Erwan di Pileg 2024

Pendukung sarana ritual seperti Mayang Pinang, Kain Putih yang di kunyitkan sepanjang 2 Meter, Kain Putih 2,5 Meter, Air Bunga Cine (anngur putih), Tabang (rokok), Bubur Lemak, Lempeng Tepung, Sirih, Gendung (telur), Anggur Hitam (Kopi) dan Beras Berteh (beras digongseng).

“Sedangkan warga yang datang membawa air yang diisi dalam botol. Ditutupi dengan kain kuning yang kunyiti. Air ini dipercaya bisa mengobati penyakit setelah dibacakan Bomo yang kesurupan orang Bunian,” jelasnya.

Baca Juga :  Gesa Vaksinasi di Lingga, Pemprov Kepri Kirim Vaksinator

Sementara pakaian yang digunakan pelaku ritual lanjut Pukcu adalah Baju Kurung untuk laki-laki lengkap denga songkok. Sedangkan perempuan termasuk Bomo menggunakan Baju Kurung Laboh dan kain. Sedangkan warga yang ikut hadir cukup berpakaian sopan.

“Pantangnya yang sedang haid tidak boleh ikut menghadiri Berjenjang. Begitu juga orang-orang yang tidak bisa menjaga mulut (celupa). Badan harus bersih,” lanjut Pukcu.

Baca Juga :  Gerak Cepat Neko Bantu Korban Banjir di Lingga

Warga yang berniat akan membawa pulang air yang telah dimantrai dan juga mengambil potongan kain kuning serta mayang pinang. Ada juga yang mengambil potongan kain dan mayang pinang untuk dijadikan tangkal,” jelasnya.

Budaya Yang Terancam Punah

Berita Terkait

Lomba Takraw Meriahkan HAB ke-80 Kemenag, KUA Singkep Barat–Selatan Tampil Solid
Dukung Program Nasional Polri, Polres Lingga Ikuti Groundbreaking 442 SPPG Secara Virtual
Ops Lilin Seligi 2025, Polres Lingga Pastikan Keamanan Penumpang Kapal Ferry
MTsN Lingga Borong Emas dan Perak di SMI Lingga Championship II 2025
Yudisium STIT Lingga 2025: 46 Mahasiswa Resmi Menjadi Sarjana Strata 1
MUI Lingga Sambangi Desa Rejai, Warga Antusias Ikuti Sosialisasi Fatwa dan Dialog Publik
Wakapolres Lingga Pimpin Gotong Royong Bangun Tanggul Darurat Cegah Abrasi di Desa Lanjut
Satbinmas Polres Lingga Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Rob di Dabo Lama

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:55 WIB

Lomba Takraw Meriahkan HAB ke-80 Kemenag, KUA Singkep Barat–Selatan Tampil Solid

Selasa, 30 Desember 2025 - 08:59 WIB

Dukung Program Nasional Polri, Polres Lingga Ikuti Groundbreaking 442 SPPG Secara Virtual

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:12 WIB

Ops Lilin Seligi 2025, Polres Lingga Pastikan Keamanan Penumpang Kapal Ferry

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:19 WIB

MTsN Lingga Borong Emas dan Perak di SMI Lingga Championship II 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:04 WIB

Yudisium STIT Lingga 2025: 46 Mahasiswa Resmi Menjadi Sarjana Strata 1

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB