Lingga, inikepri.com – Warga yang tinggal di Pulau Daik, ibu kota Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau sampai sekarang menanti pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
M Salim, salah seorang pemuda di Daik, Minggu (1/11/2020) mengatakan selama ini pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa membeli premium yang dijual eceran.
SPBU semestinya dibangun di pusat pemerintahan Lingga.
“Miris, setelah 17 tahun Lingga menjadi kabupaten, tapi di Daik belum ada SPBU,” katanya, yang juga Wakil Kepala Bidang Agutasi Dewan Pengurus Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut dia, SPBU merupakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, yang menjadi salah satu tolak ukur ukuran kemajuan suatu daerah. Jumlah kendaraan yang cukup banyak, terutama kendaraan roda dua, semestinya menjadi perhatian pemerintah untuk membawa pengusaha membangun SPBU di Daik.
“Malu, kalau ada tamu atau wisatawan datang ke Daik, tetapi untuk SPBU saja tidak ada. Ini ibu kota kabupaten, pusat pemerintahan, tapi dikemas seperti perkampungan,” ucapnya.
Salah seorang warga Daik, Suryati, mengatakan SPBU itu dibutuhkan agar kendaraan yang digunakan masyarakat terawat.
“Semakin bagus kalau ada SPBU,” katanya.
Agung, salah seorang pemuda di Daik, mengatakan pembangunan SPBU dibutuhkan masyarakat karena harga premium eceran contohnya jauh lebih mahal dibanding harga yang ditetapkan Pertamina.
“Harga premium dalam satu botol ukuran 1.500 ML Rp14.000. Kalau di-SPBU paling hanya sekitar Rp11.000,” ujarnya. (RWH)

















