Batu Berantai, Sering Terjadi Kapal Kandas dan Tempat Dibuangnya Hang Nadim

- Publisher

Senin, 23 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

Batu berhenti atau batu berantai adalah gugusan karang yang ada di perairan Sambu Kecil, Belakang Padang.

Gugusan karang ini tampak jelas jika air laut sedang surut. Dari Belakang Padang, kita bisa melihat gugusan karang tersebut.

Menurut hikayat, di gugusan karang itulah seorang anak yang menyelamatkan Singapura dibuang. Nama anak itu adalah Hang Nadim, yang saat ini menjadi nama bandar udara di Kota Batam.

Disitat dari keprikita.blogspot.com, sekitar abad ke 14, saat itu Singapura yang dikenal dengan nama Temasek hiduplah seorang ulama yang bernama Tun Jana Khatib yang berasal dari Negeri Samudera Pasai. Beliau dikatakan ialah seorang yang bijak dan ramah serta memiliki keahlian ilmu kebatinan yang tinggi. Namun, sayangnya ketika beliau secara tidak sengaja membelah pokok (pohon) Pinang dengan ilmu kebatinannya, hal ini diperhatikan oleh istri Raja Singapura. Alhasil permaisuri yang kagum akan kehebatan Tun Jana Khatib inipun menceritakan perihal kesaktian Ulama Pasai tersebut ada Suaminya yang adalah Raja Singapura. Namun, bukan kebaikan yang diterima oleh Tun Jana Khatib atas kesaktiannya itu ternyata Tun Jana Khatib malah mendapatkan kebencian dari para menteri di Istana, yang membuat para menteri menghasut Raja untuk membunuh Tun Jana Khatib, karena dikhawatirkan kesaktian Tun Jana Khatib dapat merusak kewibawaan Raja. Akhirnya Raja yang terhasut pemikiran para menteri itu langsung mengambil tindakan untuk menghukum mati sang Ulama.

BACA JUGA:  Murah Banget! Mobil Ini Harga Barunya Cuma Rp88 Juta, Ayla dan Wuling Lewat

Sebelum wafat sang ulama sempat mengutarakan sumpahnya bahwa selepas kematiannya nanti Singapura akan mengalami huru-hara. Ternyata sumpah sang ulama itu makbul. Sehingga tak lama selepas wafatnya beliau. Terjadi badai yang menghantam negeri Singapura. Bahkan kononnya, sewaktu acara pemakaman Tun Jana Khatib. Mayat Ulama ini ghaib (hilang) tak diketahui kemana perginya. Keranda beliau masih ada namun mayatnya menghilang. Hal ini menimbulkan ketakutan dihati rakyat dan Raja. Belum lagi hilang ketakutan akan hal tersebut, ternyata tiba-tiba darah sang Ulama bertukar menjadi batu. Ada sebuah pantun lama mengenai kejadian ini. Menurut ceritera lama, kononnya pula mayat Tun Jana Khatib ditemukan di Negeri Langkawi (Malaysia), mayat ini lantas dikebumikan dengan layak di Langkawi dan hingga kehari ini dipanggil dengan nama “Makam Purba” (perlu penelitian lebih lanjut)/ Karena nisan makam memang memperlihatkan seni ukir zaman Samudera Pasai, namun apakah benar itu makam Tun Jana Khatib masih sebuah misteri, karena nama makam itu dipanggil “makam purba” apakah sebenarnya ada sangkut paut dengan “Sang Sapurba”?, itulah perlu penelitian kembali untuk saat ini kita tinggalkan dulu sejarah pemilik makam tersebut. Berikut pantun lama tentang tragedi besar ini :

BACA JUGA:  Makna Malam Natal dan Sejarah yang Mengiringinya

Telur itik di Singgora,

Pandan terletak dilangkahi,

Darah titik di Singapura,

Badannya terlantar di Langkawi

Tidak berapa lama selepas wafatnya sang Ulama, Singapura pun mendapat wabah “serangan Ikan Todak”. Ikan laut yang bermulut tajam seperti tombak dan berbadan seperti ular tersebut melompat-lompat kearah perkampungan dan menyebabkan banyak rakyat Singapura terkorban. Hal ini menimbulkan keriuhan didalam Negeri. Raja dan rakyat yang hidup ditengah kepanikan ini teringat akan sumpah sang Ulama itu. Namun semuanya sudah terlambat, dengan terpaksa rakyat Singapura harus menerima hukuman dari kezaliman Raja.

BACA JUGA:  Ini 5 ciri-ciri Pasangan Sedang Selingkuh

Hang Nadim Penyelamat Singapura

Berita Terkait

Efek Polemik Batam? Penonton Ramai Tinggalkan Venue Sebelum Juicy Luicy Tampil di Sukabumi
Desil DTSEN 2026 Tak Sesuai? Begini Cara Ajukan Perubahan Lewat HP
MaxOne Batam Kembali Hadirkan “Jom Merarau”, Makan Siang All You Can Eat Rp99 Ribu
Gaji Tak Sesuai Harapan, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur! Bawa Chip 2nm hingga Kamera 48 MP, Harganya Mulai Rp20 Jutaan
Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
iPhone Duo Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Pertama Apple Dibanderol Rp35 Juta
Kamera iPhone Bakal Naik Level, 5 Fitur Baru Terendus di iOS 27

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 09:05 WIB

Efek Polemik Batam? Penonton Ramai Tinggalkan Venue Sebelum Juicy Luicy Tampil di Sukabumi

Kamis, 17 September 2026 - 10:49 WIB

Desil DTSEN 2026 Tak Sesuai? Begini Cara Ajukan Perubahan Lewat HP

Senin, 14 September 2026 - 09:41 WIB

MaxOne Batam Kembali Hadirkan “Jom Merarau”, Makan Siang All You Can Eat Rp99 Ribu

Minggu, 13 September 2026 - 08:38 WIB

Gaji Tak Sesuai Harapan, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Disesali Lulusan

Sabtu, 12 September 2026 - 07:59 WIB

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur! Bawa Chip 2nm hingga Kamera 48 MP, Harganya Mulai Rp20 Jutaan

Berita Terbaru