Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

- Publisher

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah mematangkan persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menata kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Program tersebut disiapkan bukan hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem kelautan dan perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Aktivitas nelayan, pengolahan hasil tangkapan, kelembagaan koperasi hingga pemasaran nantinya diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem ekonomi.

Berdasarkan Blueprint Eksekusi Program KNMP Kota Tanjungpinang Tahun 2026, terdapat lima lokasi yang disiapkan, yakni Kampung Bugis, Tanjung Sebauk, Tanjung Siambang, Pulau Penyengat dan Kampung Kolam.

Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk melihat kondisi masing-masing kawasan, jumlah nelayan, kebutuhan fasilitas hingga kesiapan lahan.

Tak Sekadar Pembangunan Fisik

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan pembangunan KNMP harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan.

BACA JUGA:  Diskominfo Kepri Gelar Dialog Bersama Humas dan Media Massa untuk Jamin Kondusifitas Pemilu 2024

“Kita ingin Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi pembangunan kawasan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan nelayan. Sarana yang dibangun harus dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dari menangkap, mengolah hingga memasarkan hasil perikanan,” ujar Lis, Sabtu (19/9/2026).

Dalam konsepnya, kawasan KNMP dapat dilengkapi berbagai fasilitas sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing lokasi.

Fasilitas tersebut antara lain dermaga atau tambatan perahu, tempat pelelangan ikan, pabrik es, cold storage, sentra pengolahan hasil laut, jaringan air bersih serta sarana pendukung lainnya.

Dengan fasilitas tersebut, aktivitas nelayan tidak berhenti pada proses menangkap ikan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengolahan hingga pemasaran sehingga nilai ekonomi hasil perikanan dapat dikembangkan.

Koperasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Pemko Tanjungpinang juga menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari ekosistem KNMP.

BACA JUGA:  Pemko Tanjungpinang Akan Gandeng Pelaku Seni Jalankan Kalender Pariwisata 2024

Koperasi diharapkan dapat berperan sebagai agregator yang membantu menyerap dan memasarkan hasil tangkapan nelayan.

Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi perikanan sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih baik bagi masyarakat nelayan.

Lis menegaskan, Pemko Tanjungpinang akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, infrastruktur, kelembagaan hingga kebutuhan masyarakat dapat dipersiapkan secara terpadu.

“Masyarakat nelayan harus menjadi bagian utama dalam program ini. Kita ingin kawasan pesisir lebih tertata, produktif dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Lima Lokasi, Karakteristik Berbeda

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Robert Lukman menjelaskan, lima lokasi KNMP dipetakan berdasarkan kondisi kawasan, aktivitas nelayan, kebutuhan sarana dan prasarana serta kesiapan lahan.

Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga fasilitas yang dibangun tidak dapat disamaratakan.

BACA JUGA:  Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

“Masing-masing lokasi memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, fasilitas yang disiapkan akan disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas nelayan di setiap kawasan,” jelas Robert.

Ia menambahkan, keberhasilan KNMP tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur.

Pengelolaan kawasan setelah pembangunan, penyerapan hasil tangkapan, proses pengolahan hingga pemasaran menjadi bagian yang tidak kalah penting.

“KNMP bukan hanya soal membangun fasilitas. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kawasan ini nantinya dikelola, hasil tangkapan nelayan terserap, kemudian diolah dan dipasarkan melalui ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi,” ujarnya.

Pemko Tanjungpinang selanjutnya akan terus melakukan koordinasi dan pematangan persiapan program tersebut.

Lima kawasan yang disiapkan diharapkan menjadi bagian dari upaya penataan pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan dan ekonomi masyarakat nelayan di Kota Tanjungpinang.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Berita Terbaru