Dengan demikian, mantan Panglima Koopsau II Jakarta periode 2012-2014 itu meyakini, keputusan Panglima Kodam Jaya yang berani menindak dengan tegas Ormas FPI serta para simpatisannya itu dilakukan karena TNI melihat kehadiran Rizieq Shihab serta para simpatisannya sebagai bentuk ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga: Denny Siregar Sebut Pengikut Rizieq Bodoh
“Dia (Pangdam Jaya) pasti melihat kok ini (FPI/Rizieq Shihab) menantang nih, oh ini ancaman nih, kok selalu mengganggu masyarakat yang lain ini, dan lain sebagainya. Kan tidak semua orang itu senang dengan apa yang dilakukan oleh Rizieq Shihab ini? kan tidak semua senang. Saya pribadi juga tidak senang dengan kegiatan dia. Tidak boleh begitu seorang warga negara indonesia itu, cara berucap atau berkata itu tidak boleh sembarangan atau seenak jidadnya saja,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















