Tren Menurun, Kepri Keluar dari 10 Besar Daerah Pecandu Narkoba

- Publisher

Kamis, 21 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – 129 orang yang direhabilitasi di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang Tahun 2020 hingga 2021. Sebagian diantaranya dilakukan rujuk untuk rawat inap setelah dilakukan rehabilitasi. Sementara untuk peningkatan tidak terlalu signifikan, lebih cenderung menurun, Kamis (21/1/2021).

Hal itu berdasarkan dari hasil penelitian pecandu di wilayah Kepri untuk tren-nya menurun, sejak Tahun 2019 ke Tahun 2020.

Ini disampaikan langsung oleh dr Jimmy Wahyu Perdana Kusuma, sebagai Konselor Adiksi Ahli Muda Bidang Rehabilitasi dan juga Kepala Seksi (Kasi) Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Kepri kepada inikepri.com, ketika diundang langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi BNNP Kepri dan juga sebagai Konselor Adiksi Ahli Madya, Melly Puspita Sari, S. Psi., Psikolog, pada Selasa (19/1/2021) sore, sekira pukul 16.00 WIB.

“Untuk 2020 itu, kita (BNN) 129 orang yang kita rehab. Sebagian itu, ada juga setelah kita rehab, kita rujuk ke rawat inap, juga ada. Kalau untuk peningkatan, ya saya rasa tidak juga, malah kayaknya lebih menurun karena memang berdasarkan penelitian juga. Pecandu di Kepri, tren-nya memang menurun,” ujar dr Jimmy, di ruang kerjanya yang beralamat di Kantor BNNP Kepri, tepatnya di Jalan Hang Jebat, KM 3 Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri.

BACA JUGA:  Galang dan Bulang Zona Hijau, Belakangpadang Zona Kuning
dr Jimmy Wahyu Perdana Kusuma, sebagai Konselor Adiksi Ahli Muda Bidang Rehabilitasi dan juga Kepala Seksi (Kasi) Penguatan Lembaga Rehabilitasi BNNP Kepri. (IS/inikepri.com)

Menurutnya, wilayah Kepri sudah keluar dari zona sepuluh besar pencandu narkoba.

Dikatakannya, setelah dilakukan rehabilitasi, pasien pencandu Narkotika tersebut melakukan rehabilitasi lanjutan untuk selanjutnya pasca rehap sehingga angka relapse menurun dibandingkan sebelum ada pasca rehap lebih tinggi.

“Setelah di rehap kan sekarang sudah ada yang namanya pasca rehap. Nah itu, kalau dulu, sebelum ada pasca rehap, memang angkanya cukup tinggi. Sekarang setelah ada yang namanya rehabilitasi lanjutan, dia (pasien/pencandu) dilakukan pasca rehap itu angka relapse (kekambuhan) turun. Dulu 10 yang di rehap, lima yang (5) relapse atau enam (6). Nah sekarang, 10 yang di rehap, itu tinggal dua (2) yang relapse,” jelasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Pencegahan Narkoba, BNN Resmikan 'Wisata Dunia Kopi' di Muka Kuning Batam

Angka Relapse adalah angka dimana setiap pengguna narkobanya kemungkinan untuk menggunakan lagi.

Di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 atau yang sering disebut dengan Covid-19, pihak BNNP Kepri mengalami kesulitan. Disebabkan, dalam rehabilitasi butuh yang namanya tatap muka untuk bertemu kliennya.

Menyikapi hal itu, BNNP Kepri melakukan konseling jarak jauh dengan aplikasi video call melalui WhatsApp. Namun, setelah sesi sekian kali pertemuan melalui video call, pihak BNNP Kepri mewajibkan untuk datang langsung melakukan pengecekan langsung.

“Pasti mas, karena memang yang namanya rehabilitasi itu kan butuh tatap muka langsung dengan klien. Kesulitan disitu, kliennya juga takut, nah kita juga was-was. Akhirnya kita bikin konseling video call jarak jauh, tapi itu setelah beberapa sekian kali pertemuan, kita wajibkan juga mereka untuk datang. Jadi ada tatap mukanya juga, cuman tetap dengan Protokol Covid-19 (Kesehatan),” kata dia.

BACA JUGA:  Siswa MAN IC Batam Lolos Paskibraka Kepri 2026, Sempat Wakili Daerah di Seleksi Nasional

Sementara, Kabid Rehabilitasi BNNP Kepri yang juga seorang Silver Master Trainer NLP Certified dari NFNLP Florida, dan saat ini masih tercatat sebagai satu-satunya perempuan Indonesia yang mendapatkan predikat sebagai Silver Master Trainer NLP dari NFNLP Florida, Melly Puspita Sari mengatakan bahwa bahayanya akan penggunaan Narkotika karena dapat merusak masa depan bila sampai mengkonsumsi dan kecanduan berat.

“Narkoba itu merusak. Jauhi sebelum ia mengambil dan menggerus hidup kita, sehingga kita gak akan jadi apa-apa. Hanya penyesalan yang akan kita dapatkan, setelah semuanya habis, hilang dari hidup kita,” ajaknya yang juga seorang penulis buku Nationale Best Seller “The Miracle of Hug”, dengan penjualan lebih dari 6.000 buku yang diterbitkan oleh PT Gramedia.

Bagi Anda yang masih mempunyai ketergantungan dengan obat-obat terlarang Narkotika, maka segeralah datang ke tempat rehabilitasi BNNP Kepri, dijamin tidak akan ditangkap dan gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Anda bisa langsung menghubungi nomor Hotline Rehabilitasi BNNP yakni di Nomor: +628116668870. (IS)

Berita Terkait

Amsakar Buka Data Capaian Batam: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, UHC Capai 98 Persen
Kodam Mahmud Riayat Syah Segera Berdiri, Markasnya di Batam, Rionardo Jadi Pangdam
Dari Batam untuk Garuda! Pemko dan Ultras Garuda Ajak Warga Nobar Final Indonesia vs Thailand
Ekonomi Tumbuh 7,28 Persen, Investasi Rp40 Triliun: Batam Kian Dilirik Dunia
Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri
Amsakar Achmad Tegaskan Penanganan Banjir Jadi Perhatian Serius, 167 Titik Jadi Prioritas
BP Batam Siapkan Penguatan Struktur Jalan Gajah Mada, Pergerakan Tanah Dipantau di 50 Titik Tanjakan Vista
Bright By PLN Batam Segera Diluncurkan, Urusan Listrik Makin Mudah dari Genggaman Lewat Digital
Tag :

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Amsakar Buka Data Capaian Batam: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun, UHC Capai 98 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kodam Mahmud Riayat Syah Segera Berdiri, Markasnya di Batam, Rionardo Jadi Pangdam

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Dari Batam untuk Garuda! Pemko dan Ultras Garuda Ajak Warga Nobar Final Indonesia vs Thailand

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Ekonomi Tumbuh 7,28 Persen, Investasi Rp40 Triliun: Batam Kian Dilirik Dunia

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Suhendri Ditunjuk sebagai Kapolda Kepri

Berita Terbaru