Minggu, 18 April 2021
3 Mar 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad kerap menyampaikan agar muslim tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Terlebih, kitab ini merupakan hudalinnas yang berarti petunjuk bagi umat manusia.

“Pada berbagai kesempatan saya selalu sampaikan, kita seyogyanya bersyukur telah dikaruniai Al-Qur’an yang hebat dan luar biasa,” ucap dia saat penutupan STQ Seibeduk, Senin (1/3/2021) malam.

Amsakar mendorong, saban hari muslim selalu membiasakan diri untuk membaca Al-Qur’an apapun latar belakang pekerjaan. Hal ini juga Amsakar yang juga Ketua LPTQ Kota Batam tujukan pada dirinya. Juga mendorong berkembangnya generasi qurani baik qori-qoriah maupun hafiz-hafizah atau para penghafal Al-Qur’an.

“Harapan yang dalam dari ini semua bagaimana membumikan Al-Qur’an sehingga ikut mewujudkan impian kita menjadikan Batam Bandar Dunia Madani dapat digapai dan tercapai,” terangnya.

Ia menerangkan STQ merupakan momentum syiar, yakni memberikan informasi yang lebih luas akan arti penting yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Terkandung didalam Al-Qur’an, perihal larangan maupun perintah, yang baik dan tidak baik, maka disebut petunjuk bagi umat manusia.

Tidak hanya itu, Al-Qur’an tidak pernah bersebrangan dengan sains dan pernah ditulis Maurice Bucaille dalam salah satu bukunya yang diterbitkan pada tahun 1976. Buku tersebut menegaskan tidak ada kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan modern.

“Baru-baru ini saya juga membaca salah satu buku yang ditulis Abu Ammar Dan Abu Fatiah Al-Adnani yaitu Negeri Negeri Penghafal Al-Qur’an. Bukunya bagus,” imbuhnya.

Dalam buku ini salah satunya disebutkan jutaan penghafal Al-Qur’an di dunia ini. Hal ini senada dengan janji Allah SWT perihal menjaga langsung keaslian Al-Qur’an hingga kelak hari akhir.

Selain itu, Amsakar menceritakan kisah masa awal keislaman seorang sahabat nabi yakni Umar Bin Khatab RA, dalam satu riwayat.

Suatu ketika, Umar bin Khattab pergi ke tempat Nabi Muhammad SAW untuk membunuhnya. Namun di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah. Mengetahui rencana Umar, Nu’aim menyarankan agar Umar agar membatalkan rencananya itu dan terlebih dahulu ke rumah adiknya Fatimah binti Khattab, dan iparnya, Sa’id bin Zaid bin Amr yang sudah masuk islam.

Umar lantas menuju ke rumah adiknya tersebut. Namun sesampai di rumah Fatimah, Umar mendengar Khabbab bin al-Arat sedang membacakan Al-Qur’an Surat Thaha kepada Fatimah dan Sa’id bin Zaid bin Amr.

“Karena surah ini, hati Umar tertegun dan menjadi lembut. Dia meminta adiknya untuk mengantar dirinya menjumpai rasul dan akhirnya masuk islam,” ucap Amsakar.

Muka Kuning Juara Umum 1 STQ Seibeduk

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x