Ekspor Babi dari Pulau Bulan Didorong Untuk Ditingkatkan

- Publisher

Selasa, 9 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Otoritas Pangan Singapura (SFA) menyampaikan apresiasinya atas peningkatan implementasi biosekuriti di peternakan babi PT Indotirta Suaka (ITS), Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang merupakan pemasok utama babi untuk Singapura.

Hal tersebut mengemuka pada saat The Annual Joint Audit Meeting secara daring antara SFA dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) di Batam.

“Peternakan di Pulau Bulan telah meningkatkan tindakan biosekuritinya untuk mencegah masuknya penyakit, khususnya agen penyebab penyakit African Swine Fever (ASF) ke areal produksi,” ucap Dr. Astrid Yeo, Senior Director, Food Regulatory Management Division (SFA) dalam keterangan tertulis, Minggu (7/3/2021).

Ia juga mengapresiasi proses sertifikasi kompartemen bebas ASF peternakan babi Pulau Bulan yang telah dilaksanakan oleh Ditjen PKH, Kementan sebagai bentuk penjaminan bahwa sistem biosekuriti telah berjalan dengan baik.

BACA JUGA:  Pertama Kali! Paralayang Mengudara di Batam, Terobosan Lanud Hang Nadim

Pada pertemuan daring yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Karantina Pertanian, Kementan, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan, Kepri, Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Ph.D., Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Kementan, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Singapura atas kerjasama dan kepercayaannya sehingga peternakan babi di Pulau Bulan terus menjadi mitra dagang dalam penyediaan babi komersial untuk masyarakat Singapura sejak tahun 1988.

The Annual Joint Audit Meeting secara daring antara SFA dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) di Batam. (Ist)

“Saya berharap hal ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan sehingga memberikan keuntungan bagi kedua negara,” tambahnya.

BACA JUGA:  Nilai Ekspor Babi dari Pulau Bulan Capai Rp785 M

Fadjar kemudian memaparkan bahwa dalam rangka mengamankan wilayah Indonesia dari ancaman ASF, Kementan telah mengimplementasikan strategi pengendalian dan penanggulangan yakni pembatasan lalu lintas babi dan produknya dari daerah tertular, surveilans, meningkatkan kepedulian/kesadaran masyarakat, dan penerapan kompartementalisasi, seperti halnya di peternakan babi Pulau Bulan.

Ia memberikan komitmennya bahwa Kementan akan terus memastikan bahwa implementasi biosekuriti dan penjaminan dalam bentuk kompartemen bebas ASF akan terus berjalan.

“Hal ini akan kita lakukan bersama pemerintah daerah. Kapasitas laboratorium di provinsi dan PT. ITS juga akan kita dorong untuk terus ditingkatkan,” janjinya.

Lebih lanjut Fadjar menyampaikan bahwa Indonesia akan terus melakukan pelaporan perkembangan kasus ASF ke OIE secara berkala. Ia meyakini bahwa transparansi dalam pelaporan tersebut berkontribusi terhadap kepercayaan Singapura dan mitra dagang internasional lainnya terhadap Indonesia serta kemampuan Indonesia dalam implementasi kompartementalisasi dan pengendalian ASF.

BACA JUGA:  Disdukcapil Batam Serahkan Dokumen Kependudukan Korban Kebakaran Ruli Baloi Mas Indah

Sementara itu, Desmond Walsh, General Manager, Peternakan Babi Pulau Bulan, juga menjelaskan berbagai upaya PT ITS untuk memastikan babi yang diekspor ke Singapura dalam kondisi sehat termasuk upaya pencegahan masuknya ASF dan tindakan biosekuriti lainnya.

“Salah satu yang dilakukan adalah peningkatan aktivitas penangkapan babi liar di kawasan Pulau Bulan, peningkatan surveilans dan mengirimkan sampelnya ke Balai Veteriner Bukittinggi,” ungkapnya.

Pada akhir pertemuan, semua pihak sepakat bahwa telah banyak peningkatan pada aspek biosekuriti dan penjaminan kesehatan di peternakan babi Pulau Bulan, sehingga mendukung keberlanjutan dan potensi peningkatan ekspor babi hidup dari Pulau Bulan ke Singapura. (RWH)

Berita Terkait

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan
Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik
Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil
GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya
VIRAL! Tiga Anak di Bengkong Belum Sekolah, Amsakar Langsung Turun Tangan
PLN Batam Buka Akses Informasi Kompensasi Pascagangguan Listrik, Pelanggan Bisa Cek Lewat Aplikasi
Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam, Soroti Air Bersih hingga Sampah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:21 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 12:22 WIB

Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik

Kamis, 5 November 2026 - 10:25 WIB

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Rabu, 4 November 2026 - 10:30 WIB

GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya

Berita Terbaru