Mengenal Varian COVID-19 B1617 di India, Varian dengan Mutasi Ganda

- Admin

Selasa, 27 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Kasus harian virus corona di India terus mencatat rekor tertinggi di dunia. Dengan penambahan kasus yang bisa lebih dari tiga ratus ribu setiap hari, mayat-mayat bergelimpangan karena orang-orang tidak bisa mendapat perawatan yang dibutuhkan akibat rumah sakit penuh.

Mengapa kasus di India begitu parah? Berbagai pakar berpendapat ini terjadi karena dua hal. Pertama adalah kelalaian terhadap protokol kesehatan karena terlena dengan situasi yang sempat membaik, dan kedua adalah karena kemunculan varian baru yang bersifat lebih mudah menular.

Baca Juga :  Tak Sekadar Minuman Segar, Ini Deretan Manfaat Kelapa bagi Tubuh

Salah satu yang jadi perhatian adalah varian B1617. Ini adalah varian lokal India yang memiliki dua mutasi kunci.

Berikut fakta-fakta varian Corona B1617 India seperti dikutip detikcom dari berbagai sumber:

1. Mutan Ganda

Varian B1617 mengundang perhatian ketika terungkap memiliki dua mutasi penting yaitu E484Q dan L452R. Kedua mutasi ini diamati ada pada varian lain, misalnya mutasi mirip E484Q pada varian dari Afrika Selatan dan Brasil serta mutasi L452R pada varian di Amerika Serikat.

E484Q dan L452R diduga peneliti yang menjadi kunci kemampuan varian-varian tersebut lebih mudah menginfeksi

Baca Juga :  Segini Harga Vaksin Merah Putih yang Mulai Disuntik 2022

B1617 jadi varian pertama yang terungkap memiliki dua mutasi kunci E484Q dan L452R secara bersamaan. Oleh karena itu, ia disebut juga sebagai varian mutan ganda.

2. Terdeteksi di Singapura

Varian B1617 pada bulan Maret lalu dilaporkan Kementerian Kesehatan India terdeteksi di 20 persen sampel Provinsi Maharashtra. Sejak saat itu penyebarannya diprediksi semakin meluas, terbukti dengan beberapa negara ikut melaporkannya mulai dari Inggris, Kanada, Australia, bahkan Singapura.

Baca Juga :  Mengenal Tiga Varian Baru Virus Corona

3. Pengaruhi Efektivitas Vaksin

Imunolog Dr Alain Lamarre dari Institut national de la recherche scientifique (INRS), Kanada, mengatakan mutasi kunci yang dimiliki B1617 berkaitan dengan respons antibodi yang lebih buruk. Ini artinya kemungkinan antibodi yang dikembangkan berkat vaksin saat ini jadi berkurang efektivitasnya.

Hanya saja ahli mengingatkan ini masih perlu bukti lebih jauh. Vaksin tetap disarankan karena meski tidak bisa seratus persen mencegah infeksi, setidaknya mengurangi angka orang yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan kematian. (ER/Detik)

Berita Terkait

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari
Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:47 WIB

Ingin Bakar Lemak? Jalan Kaki Ternyata Bisa Lebih Unggul dari Lari

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Berita Terbaru