Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

- Publisher

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Rasa bahagia ternyata tidak muncul begitu saja. Di balik perasaan senang, tenang, dan puas yang kita rasakan, terdapat proses biologis di otak yang melibatkan zat kimia khusus yang dikenal sebagai neurotransmiter, atau yang populer disebut sebagai “hormon bahagia”.

Para ahli kesehatan mental menyebutkan, setidaknya ada empat hormon utama yang berperan besar dalam menciptakan suasana hati positif, yakni dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin. Keempat hormon ini bekerja dengan fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosi.

Memahami cara kerja dan bagaimana mengaktifkannya dapat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

1. Dopamin: Hormon Penghargaan dan Motivasi

Dopamin dikenal sebagai hormon yang berkaitan erat dengan motivasi, fokus, dan rasa puas. Hormon ini dilepaskan ketika seseorang berhasil mencapai target atau menyelesaikan suatu tugas, sekecil apa pun itu.

BACA JUGA:  Gejala Awal COVID-19 Varian Baru Bukan Demam

Dopamin membuat otak merasakan “hadiah”, sehingga mendorong kita untuk terus bergerak dan berusaha.

Cara alami mengaktifkan dopamin:

Menyelesaikan tugas-tugas kecil dan mencatat pencapaian harian
Mendengarkan musik favorit
Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang tinggi protein
Melakukan perawatan diri atau self-care

2. Oksitosin: Hormon Cinta dan Kedekatan Sosial

Oksitosin sering disebut sebagai hormon kasih sayang. Hormon ini muncul saat seseorang merasakan kedekatan emosional, kepercayaan, dan hubungan yang hangat dengan orang lain.

Oksitosin berperan penting dalam membangun ikatan sosial dan rasa aman secara emosional.

Cara meningkatkan oksitosin:

Berpelukan dengan orang terdekat
Bermain atau membelai hewan peliharaan
Mengobrol santai dengan teman atau keluarga
Melakukan tindakan kebaikan, berbagi, atau bersedekah

BACA JUGA:  Minum Susu Setelah Minum Obat, Berbahaya Kah?

3. Serotonin: Penjaga Stabilitas Emosi

Serotonin berfungsi sebagai penyeimbang suasana hati. Hormon ini berperan dalam mengatur emosi, kualitas tidur, serta rasa percaya diri. Kadar serotonin yang rendah sering dikaitkan dengan stres, kecemasan, hingga depresi.

Menjaga serotonin tetap stabil sangat penting untuk ketenangan mental jangka panjang.

Cara mengaktifkan serotonin:

Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10–15 menit
Berjalan santai di alam terbuka atau taman
Meditasi dan latihan pernapasan
Mengonsumsi makanan kaya triptofan seperti telur, keju, dan kacang-kacangan

4. Endorfin: Pereda Stres dan Nyeri Alami

Endorfin berfungsi sebagai pereda nyeri alami tubuh. Hormon ini dilepaskan saat tubuh mengalami stres atau aktivitas fisik tertentu, memberikan efek nyaman dan euforia singkat.

BACA JUGA:  Bersiap untuk New Normal, ini Cara Membiasakan Anak Memakai Masker

Endorfin membantu tubuh bertahan dalam kondisi tekanan, baik fisik maupun mental.

Cara meningkatkan endorfin:

Berolahraga secara rutin, terutama kardio
Tertawa lepas atau menonton hiburan lucu
Mengonsumsi cokelat hitam atau makanan pedas
Menyalurkan kreativitas melalui hobi seperti melukis, menari, atau menulis

Kunci Kebahagiaan: Keseimbangan

Kebahagiaan yang berkelanjutan tidak bergantung pada satu hormon saja, melainkan keseimbangan keempat hormon bahagia tersebut. Pola hidup sehat, tidur cukup selama 7–9 jam, aktivitas fisik teratur, serta hubungan sosial yang baik menjadi fondasi utama agar otak dapat memproduksi hormon-hormon ini secara optimal.

Dengan langkah-langkah sederhana dan konsisten, rasa bahagia bukan lagi sesuatu yang sulit diraih, melainkan bisa diupayakan setiap hari.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru