Mendagri: Batam Perlu Tambahan Nakes Layani PMI

- Publisher

Sabtu, 8 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO)

(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan dibutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk melayani pekerja migran Indonesia yang tengah menjalani karantina dan perawatan COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau, sepulangnya dari Malaysia.

“Perlu tambahan tenaga kesehatan dan obat-obatan. Ini nanti disampaikan pada rapat di tingkat pusat,” kata Tito, usai meninjau proses kedatangan PMI di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Kota Batam Kepulauan Riau, Sabtu 8 Mei 2021.

Menurut Menteri Dalam Negeri, solusinya adalah tambahan tenaga kesehatan dari daerah yang penularan COVID-19 relatif lebih sedikit.

BACA JUGA:  224 Pekerja Migran Pulang dari Malaysia Masih Dikarantina di Batam

“Atau TNI Polri, yang paling cepat biasanya TNI Polri,” kata mantan kapolri itu.

Menteri menyampaikan, Batam memiliki fasilitas tempat karantina yang cukup untuk PMI yang negatif COVID-19. Hingga kini masih terdapat sejumlah gedung yang masih bisa dipakai.

Ia melanjutkan, yang menjadi masalah adalah fasilitas untuk melayani yang positif COVID-19, karena kapasitas di RSKI Pulau Galang terbatas, serta tambahan tenaga kesehatan dan obat-obatan.

BACA JUGA:  Menhub Pantau Kepulangan PMI di Batam

Tito mengatakan angka kepulangan PMI ke Tanah Air menjelang Hari Raya Idul Fitri melonjak dan hingga saat ini, Batam adalah satu-satunya pintu masuk PMI. Karena itu, maka beban pemerintah daerah setempat menjadi tinggi.

“Di Batam kami lihat, informasi dari gubernur hampir 200-an orang masuk setiap hari,” kata dia.

Setiap PMI yang masuk harus membawa surat yang menyatakan negatif COVID-19, meski faktanya di lapangan sekitar 30 persen dari mereka ternyata positif terpapar virus corona dalam pemeriksaan ets usap PCR, setibanya di pelabuhan Batam.

BACA JUGA:  DPRD Kepri Minta Pintu Pemulangan PMI Lewat Tanjungpinang Ditinjau Ulang

Seluruh PMI yang positif itu kemudian dirawat di RSKI Pulau Galang.

Sementara yang negatif pada swab pertama harus menjalani karantina selama lima hari, kemudian menjalani ets usap COVID-19 kedua. Apabila sudah negatif, baru bisa pulang ke kampung halamannya. (ER/ANTARA)

Berita Terkait

Maulid Nabi di Piayu Dipadati Ribuan Warga, Amsakar Tekankan Keteladanan Rasulullah
BP Batam Tesmi Tutup Batam Prime International Football Series 2026
Pemko Batam Pastikan KSP Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan, Amsakar: Kontrak Jadi Dasar
Amsakar Dorong Penataan Kampung Tua, Pengamanan Aset Rp12,8 Triliun dan Pembenahan Pajak
Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Pesawat Batik Air Jakarta-Jambi Gagal Mendarat, Dialihkan ke Batam akibat Kabut Asap
Amsakar Hadiri HUT RI ke-81 di Bulang, Lomba Sampan hingga Ketinting Semarakkan Pulau Buluh
Amsakar Dorong Mahasiswa Baru UIB Kenali Potensi Diri dan Siap Hadapi Perubahan Zaman

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Maulid Nabi di Piayu Dipadati Ribuan Warga, Amsakar Tekankan Keteladanan Rasulullah

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:25 WIB

BP Batam Tesmi Tutup Batam Prime International Football Series 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Amsakar Dorong Penataan Kampung Tua, Pengamanan Aset Rp12,8 Triliun dan Pembenahan Pajak

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:48 WIB

Dari Standar hingga Pengaduan, PTSP BP Batam Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Pesawat Batik Air Jakarta-Jambi Gagal Mendarat, Dialihkan ke Batam akibat Kabut Asap

Berita Terbaru