Sabtu, 12 Juni 2021
21 Mei 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Hingga sekarang mungkin masih ada pertanyaan berapa lama daya tahan vaksin COVID-19. Menurut Direktur Bio Farma, Honesti Basyir sampai sekarang belum diketahui mengenai hal tersebut.

“Mengacu uji klinis hampir semua vaksin, belum ada satupun yang mengatakan daya tahan vaksin berapa lama, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun. Itu belum ada yang memastikan,” kata Honesti dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, dikutip dari kanal YouTube DPR RI, Kamis (20/5/2021).

Dia mengatakan ada informasi kemungkinan daya tahan itu minimal satu tahun. Namun Honesti menegaskan belum bisa dikatakan seperti itu sebab belum ada data penelitiannya.

Honesti menambahkan saat ini juga dilakukan penelitian lanjutan Sinovac di Bandung. Dengan tujuan mendapatkan waktu daya tahan vaksin tersebut.

Menurut Honesti tidak perlu dilakukan karena tidak ada data pembanding. Ini berbeda dengan relawan vaksin yang memiliki data sebelum dan sesudah vaksin.

Honesti yang juga menjadi relawan uji klinis mengatakan data tersebut sebagai pembanding apakah antibodi-nya muncul.

Dia mengatakan tidak disarankan untuk melakukan tes antibodi tersebut. Menurutnya cara pengetesannya juga tidak ada standar dari WHO. “Tidak disarankan melakukan tes antibodi, tidak ada pembandingnya. Cara pengetesan enggak lazim tidak ada standar WHO,” ungkapnya.

Senada dengan Honesti, Ketua Komnas PP KIPI Hinky Hindra Irawan Satari juga tidak menyarankan untuk melakukan pengetasan itu.

“Kalau dianjurkan tidak perlu diperiksa, mengandalkan hasil uji. Sinovac sudah selesai,” kata Hindra. (AFP/CNBCINDONESIA)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x