INIKEPRI.COM – Wabah Hantavirus infection yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian dunia setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya delapan kasus terkonfirmasi maupun dugaan infeksi tercatat.
Kasus yang berkaitan dengan kapal tersebut telah memicu kewaspadaan di sejumlah negara. Israel mengonfirmasi satu kasus, sementara Singapore mengisolasi dua warga yang diduga terpapar setelah berada di kapal yang sama.
Meski menimbulkan kekhawatiran global, World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa situasi ini tidak dapat disamakan dengan awal pandemi COVID-19.
Dalam konferensi pers pada Kamis (7/5/2026), ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, menegaskan bahwa wabah tersebut bersifat terbatas.
“Ini bukan awal pandemi Covid. Ini adalah wabah yang terjadi di kapal,” ujarnya.
Menurut Maria, hantavirus memiliki pola penularan yang sangat berbeda dibanding virus corona. Penularan umumnya terjadi melalui kontak erat, dan sebagian besar jenis hantavirus menyebar dari hewan pengerat ke manusia.
Virus ini biasanya ditularkan melalui urine, feses, atau air liur tikus yang mengering dan kemudian terhirup. Paparan paling sering terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau ruangan tertutup yang sebelumnya menjadi sarang tikus.
WHO juga menjelaskan bahwa masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung hingga enam minggu. Artinya, seseorang yang terpapar mungkin baru menunjukkan gejala setelah lebih dari satu bulan.
Gejala awal umumnya menyerupai flu, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Pada kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan paru yang serius, termasuk sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah rendah, hingga gangguan fungsi jantung.
WHO saat ini masih menyelidiki kemungkinan penularan antar manusia, meskipun fenomena tersebut dinilai sangat jarang. Dugaan sementara, kasus pertama kemungkinan terinfeksi sebelum naik ke kapal.
Pihak berwenang juga menyatakan tidak ditemukan tikus di atas MV Hondius, sehingga sumber paparan masih terus ditelusuri.
Kasus terkait kapal ini telah dikonfirmasi di Switzerland, sementara otoritas kesehatan di South Africa dan Swiss mengidentifikasi strain tertentu yang dalam kondisi langka dapat menular antar manusia.
Meski demikian, WHO menekankan bahwa hantavirus bukan penyakit yang mudah menyebar seperti Covid-19. Masyarakat diimbau tetap waspada, tetapi tidak perlu panik berlebihan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















