Nelayan Vietnam dan Thailand Disebut Makin Berani Menjarah Ikan di Laut Natuna

- Publisher

Senin, 7 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO/HO-KKP/ilustrasi)

(ANTARA FOTO/HO-KKP/ilustrasi)

INIKEPRI.COM – Ketua Aliansi Nelayan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Herman menyebutkan bahwa puluhan kapal ikan asing (KIA) asal negara Vietnam dan Thailand makin berani menjarah hasil laut pulau terluar Indonesia tersebut.

“Seolah-olah dibiarkan saja. Hampir tiap hari ada terus KIA di laut Natuna,” kata Herman dikutip dari ANTARA, Minggu (6/6/2021).

Dia mengatakan kapal nelayan asing tersebut sudah hampir mengelilingi laut Natuna. Rata-rata berada di sebelah Timur dan Utara Pulau Natuna.

BACA JUGA:  Pemkab Natuna Gelar Rapat Tim Kewaspadaan Dini, Forkopimda Sepakat Perkuat Sinergi Antisipasi ATHG

“Intinya masih masuk wilayah tangkap kita,” ujarnya.

Menurutnya keberadaan kapal ikan asing tersebut sangatlah merugikan tangkapan nelayan Natuna, karena dapat merusak biota laut imbas penggunaan pukat harimau.

Selain itu, kapal-kapal asing itu berkapasitas 50 sampai 100 GT, sementara kapal nelayan lokal hanya berkapasitas 20 sampai 30 GT.

“Ini juga menyangkut marwah NKRI. Masa kapal asing bebas berkeliaran di laut kita tanpa izin,” tuturnya.

BACA JUGA:  Semangat Pramuka, Semangat Kemanusiaan: Pemkab Natuna Gelar Donor Darah Bersama PMI

Tidak hanya itu, intimidasi dari Nelayan Thailand maupun Vietnam juga sering dialami nelayan Natuna.

Nelayan lokal kerap dikejar bahkan tidak jarang nyaris ditabrak, sebab nelayan asing itu merasa terganggu dengan aktivitas nelayan tempatan.

“Takut menghalangi mereka mau sebar pukat harimau,” ungkap Herman.

Herman mengaku sudah berulang kali melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, hingga berbagai stakeholder terkait. Namun, ia tidak mengetahui apakah ini ditindaklanjuti atau tidak.

BACA JUGA:  KKP Tangkap Kapal Illegal Fishing Berbendera Malaysia

Dia pun tidak menampik jika pengawasan oleh pihak berwajib di laut Natuna sudah maksimal, namun perlu ditingkatkan agar nelayan asing tidak makin merajalela mengeruk kekayaan alam laut.

“Sebenarnya sudah jenuh melapor, nanti ada oknum tertentu yang marah,” katanya menegaskan. (RM)

Berita Terkait

Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino
Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga
Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan
Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako
Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan
Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan
Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan
Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan

Berita Terbaru