INIKEPRI.COM – Di tengah kabar duka yang menimpa Sintia Bella, korban kecelakaan serius, secercah harapan hadir dari gerakan solidaritas masyarakat. Dalam waktu lebih dari sepekan, Komunitas Pencinta Domino Natuna (KPDN) Peduli Sosial berhasil menghimpun donasi hingga Rp10 juta.
Di balik capaian tersebut, terdapat peran kuat Ketua Dewan Pengarah KPDN, H. Raja Mustakim, yang tidak hanya memberi bantuan secara pribadi, tetapi juga menggerakkan kepedulian kolektif masyarakat Natuna.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan KPDN kepada keluarga korban yang diwakili Zuraida, bibi dari Sintia Bella, serta disaksikan pengurus Baznas Kabupaten Natuna, Jumat (17/4/2026).
Ketua panitia, Harsono, menjelaskan bahwa donasi awal yang terkumpul dari masyarakat, komunitas, dan donatur pribadi mencapai Rp6.242.000. Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah adanya kontribusi dari Raja Mustakim hingga total menjadi Rp10 juta.
“Dana ini kami serahkan secara simbolis dan hari ini langsung kami kirim ke rekening ibu korban,” ujar Harsono.
Ia menegaskan bahwa proses penggalangan hingga penyaluran dilakukan secara terbuka.
“Kami memastikan bantuan ini disalurkan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Donasi
Bagi Raja Mustakim, aksi ini bukan sekadar pengumpulan dana. Ia memandangnya sebagai bentuk nyata kehadiran komunitas di tengah masyarakat.
“Kami ingin kepedulian ini terus hidup. Ketika ada warga yang tertimpa musibah, di situlah kita harus hadir, saling membantu dan menguatkan,” ujarnya.
Nada suaranya sederhana, namun mencerminkan konsistensi panjang yang selama ini ia bangun bersama KPDN.
Berdasarkan catatan pemberitaan INIKEPRI.COM, KPDN di bawah arahannya bukan kali ini saja terlibat dalam aksi sosial. Komunitas ini sebelumnya juga aktif menggalang bantuan untuk korban kebakaran di Natuna, menginisiasi program Jumat Berkah, hingga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya itu, Raja Mustakim juga dikenal kerap mengarahkan kegiatan KPDN ke ranah yang lebih luas. Dari kegiatan keagamaan seperti penyaluran bantuan fasilitas masjid, hingga mendorong literasi sejarah dan edukasi melalui berbagai program komunitas.
Dalam beberapa momentum, KPDN bahkan menjadi ruang sosial yang menjembatani kebersamaan masyarakat. Turnamen domino yang digelar, misalnya, tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah mempererat solidaritas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Menggerakkan, Bukan Sekadar Mengajak
Ciri paling menonjol dari kepemimpinan Raja Mustakim adalah kemampuannya menggerakkan, bukan sekadar mengajak.
Dalam aksi penggalangan dana untuk Sintia Bella, hal itu kembali terlihat. Ketika donasi masyarakat terkumpul, ia hadir melengkapi kekurangan agar bantuan yang diberikan benar-benar layak dan berarti bagi keluarga korban.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa solidaritas tidak berhenti pada ajakan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus peduli. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti, dan doa juga menjadi kekuatan bagi kesembuhan ananda Sintia Bella,” kata Raja Mustakim.
Solidaritas yang Menjadi Harapan
Aksi KPDN Peduli Sosial ini kembali menegaskan bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Natuna. Di saat musibah datang tanpa diduga, kepedulian kolektif menjadi sandaran harapan.
Bagi keluarga Sintia Bella, bantuan tersebut bukan hanya soal angka Rp10 juta. Lebih dari itu, ada pesan kuat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan.
Dan di balik gerakan itu, ada sosok Raja Mustakim yang terus menjaga agar KPDN tidak hanya dikenal sebagai komunitas, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang nyata bagi masyarakat.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















