BOR RS Meningkat, Batam Optimalkan Penanganan COVID-19 di Asrama Haji

- Publisher

Sabtu, 17 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO/IST)

(FOTO/IST)

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana mengoptimalkan penggunaan asrama haji sebagai tempat pelayanan kesehatan warga, terutama yang terinfeksi COVID-19, seiring dengan meningkatnya tempat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di rumah sakit.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan tingkat BOR di seluruh rumah sakit di daerahnya terus meningkat. Untuk ruang ICU mencapai sekitar 79 persen, begitu pula ruang isolasi sudah nyaris 80 persen.

“Artinya, rata-rata sekarang dari 2.151 tempat tidur yang tersedia itu hanya tersisa 430 tempat tidur lagi, sehingga sudah diperlukan langkah antisipasi agar masyarakat kita bisa dilayani,” kata Amsakar disistat dari ANTARA, Jumat 16 Juli 2021.

BACA JUGA:  Paskah 2026 di Batam, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Solidaritas di Tengah Tantangan Kota

Amsakar menyatakan terdapat dua opsi penggunaan asrama haji untuk memaksimumkan pelayanan kesehatan warga, yaitu disiapkan menjadi rumah sakit darurat atau instalasi gawat darurat sebagai transit bagi pasien sambil menunggu hasil PCR dan ditempatkan ke rumah sakit rujukan.

“Pertama, kita siapkan asrama haji sebagai rumah sakit darurat, tapi masih butuh sejumlah hal, terutama tenaga medis, alat kesehatan dan obat-obatan,” kata dia.

Ia meminta jajarannya untuk menghitung biaya yang harus dikeluarkan apabila asrama haji menjadi rumah sakit darurat.

BACA JUGA:  Sepak Takraw Harus Menjadi Andalan Cabor Batam

Untuk tenaga medis, ia mengatakan bisa saja mengambil dari petugas di puskesmas, terutama yang tidak terlalu sibuk, seperti bertugas di pulau-pulau penyangga.

Opsi kedua, menjadikan asrama haji sebagai tempat transit bagi pasien sebelum menempatkan ke rumah sakit.

“Artinya, itu yang kita jadikan IGD menjelang hasil PCR keluar. Setelah keluar, mana rumah sakit yang kosong baru kita distribusikan,” lanjutnya.

Menurut dia, terdapat jeda waktu penanganan pasien yang datang ke rumah sakit, demi memastikan apakah mereka terinfeksi Virus Corona atau tidak melalui pemeriksaan tes usap PCR.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Dicurhati Warga Sagulung Soal Banjir yang Tak Ditangani Selama 20 Tahun

“PCR ini perlu waktu 1-2 hari, di situ kesenjangannya. Harapan kita, dengan kebijakan ke depan, tidak ada lagi masyarakat tidak terlayani,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia meminta warga untuk memahami kerja keras yang dilakukan tenaga medis dalam melayani masyarakat.

Apalagi, jumlah warga yang dinyatakan terpapar setiap harinya meningkat drastis, hingga rata-rata 312 orang per hari, sejak sepekan terakhir.

“Sekarang era bagi kita menahan diri, tidak usah saling menyalahkan, karena kita perlu energi positif keluar dari wabah ini,” tutup dia. (RM)

Berita Terkait

Pameran Foto Pembangunan Batam, BP Batam Hadirkan Visualisasi Perjalanan dan Capaian Pembangunan Daerah
Batam Mau Tiru Singapura! Parkir Sembarangan hingga Buang Air Sembarangan Bakal Diatur
Perusahaan di Batam Diduga Akali Upah Buruh Pakai NIB UMKM, Pekerja Welder Digaji Rp3 Juta
Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan
Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik
Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil
GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:08 WIB

Pameran Foto Pembangunan Batam, BP Batam Hadirkan Visualisasi Perjalanan dan Capaian Pembangunan Daerah

Sabtu, 7 November 2026 - 09:44 WIB

Batam Mau Tiru Singapura! Parkir Sembarangan hingga Buang Air Sembarangan Bakal Diatur

Sabtu, 7 November 2026 - 08:33 WIB

Perusahaan di Batam Diduga Akali Upah Buruh Pakai NIB UMKM, Pekerja Welder Digaji Rp3 Juta

Kamis, 5 November 2026 - 14:21 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru