Walaupun, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, aku tidak yakin akan seramai biasanya. Benar saja, orang-orang yang ada di alun-alun sedikit, hanya hitungan jari. Mungkin lebih banyak pedagang kaki lima dibanding pembelinya. Satu gelas tersaji, lanjut ke gelas kedua, dan ketiga. Aku pikir, itu jadi yang terakhir.
Sudah dua jam, dan hanya laku tiga. Sebentar lagi pukul 20.00 WIB. Rombongan berseragam sebentar lagi datang mengusir aku dan bapak.
“Sudah mulai sepi, apa tidak pulang saja, Pak?” kataku.
Bapak menggeleng, matanya menatap motor yang lalu lalang di depannya.
Mungkin, bapak berharap ada satu atau dua sepeda motor yang berhenti dan membeli susu jahe milik kami. Firasatnya kali ini tidak salah. Satu orang datang ke gerobak kami memesan satu gelas dan memintanya dibungkus.
“Jahe bisa buat covid-19 katanya ya, Mas? Anakku lagi isoman di rumah,” kata pembeli.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















