TNI AL Usul Pemerintah Buat Simbol di Batas Negara

- Publisher

Selasa, 7 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – TNI Angkatan Laut (AL) memberikan usulan ke Pemerintah membuat simbol batas negara di perairan sebagai tanda yang membatasi Indonesia dengan negara lain.

“Bagaimana kalau di ZEE ada rig yang membatasi Indonesia dengan negara lain. Vietnam saja punya,” kata Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto dalam rapat Pansus RUU Landas Kontinen, di Batam, Senin 6 September 2021.

Sebagai personel TNI AL yang pernah melaksanakan tugas patroli di Perairan Natuna, menurut dia, simbol batas negara sangat penting.

BACA JUGA:  TNI AL Bantu Evakuasi Laka Laut di Kepulauan Riau

“Minimal, Bendera Merah Putih berkibar terus,” kata dia.

Ia mengatakan, laut tidak memiliki pagar, sehingga tidak ada peringatan apa pun bagi kapal untuk melintasi batas negara, karenanya penting untuk dibangun batas negara.

Batasan yang jelas wilayah antarnegara tidak hanya untuk kepentingan agar tidak ada kapal ikan asing yang seenaknya masuk perairan NKRI, namun juga sebaliknya, agar nelayan RI tidak sampai berlayar ke wilayah negara lain.

BACA JUGA:  Panglima TNI Bertemu KSAL Bahas Relokasi Prajurit TNI AL ke Tanjung Uban

“Sehingga batas itu jelas. Jangan di angan-angan saja. Nelayan kita juga tahu, wilayah Indonesia sampai sini, sehingga mereka tidak kebablasan,” kata dia.

Ia mengusulkan simbol batas negara menggunakan rig yang tidak terpakai, yang ditarik hingga batas negara.

Ketua Tim Pansus RUU Landas Kontinen Taufik Basari mengatakan akan melanjutkan masukan membuat simbol di perbatasan dalam rapat di DPR.

BACA JUGA:  Bangun Pangkalan Baru, TNI AL Survei Lahan di Natuna

“Kami mendapatkan masukan luar biasa dari ‘stakeholder’, bagaimana membuat simbol di perbatasan, karena itu dibutuhkan untuk menunjukkan wilayah kekuasaan kita,” kata dia.

Simbol batas negara bisa menjadi tanda, di lokasi itu Indonesia berdaulat.

“Masukan akan kami bawa pada rapat di DPR menjadi ide menarik yang datang dari Kepri. Itu ide menarik dan bisa dieksekusi,” kata dia pula. (AFP/ANTARA)

Berita Terkait

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis
Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat
Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam
Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis
Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Amsakar: Kinerja dan Layanan Harus Tetap Optimal
Wali Kota Batam Dorong Penguatan Peran LAM dalam Ranperda
Kasus BBM Subsidi di SPBU Temiang, Sosok “Herman” Masih Tanda Tanya
Hotel Jamaah Haji Batam 2026 Ditentukan, Ibadah Diharapkan Lebih Khusyuk

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:55 WIB

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 12:23 WIB

Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat

Selasa, 21 April 2026 - 12:14 WIB

Amsakar: Stabilitas Sosial Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Batam

Selasa, 21 April 2026 - 11:52 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 08:02 WIB

Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Amsakar: Kinerja dan Layanan Harus Tetap Optimal

Berita Terbaru