Panglima Koarmada I TNI AL Pastikan KRI Bersiaga di Laut Natuna

- Publisher

Sabtu, 18 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: ANTARA)

(Foto: ANTARA)

INIKEPRI.COM – Panglima Komando Armada I TNI AL, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, memastikan kapal-kapal perang Indonesia (KRI) tetap selalu bersiaga di perairan Laut Natuna Utara, Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menyatakan, mereka berpatroli udara pada Jumat (17/9/2021) guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di Laut Natuna Utara.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan tugas TNI AL berdasarkan UU Nomor 34/2004 tentang TNI, melaksanakan tugas menjaga dan mengamankan kedaulatan di perairan nasional dan hak berdaulat nasional di perairan, termasuk Laut Natuna Utara, dengan menggelar operasi “Siaga Segara 21”.

BACA JUGA:  TNI AL Selidiki Benda Mirip Rudal dengan Tulisan China di Pantai Anambas

Untuk mengamankan Laut Natuna Utara dituntut kehadiran KRI selama ada 1 X 24 jam dan di sana TNI AL mengerahkan lima KRI secara bergantian.

“Paling tidak ada tiga atau empat KRI berada di laut, sementara lainnya melaksanakan bekal ulang, sehingga dapat memantau kapal-kapal yang kemungkinan memasuki perairan yurisdiksi Indonesia,” kata dia dikutip dari ANTARA.

Selain KRI, operasi di Laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat udara TNI AL untuk melakukan patroli udara maritim secara rutin di wilayah itu.

“Dari hasil patroli udara hari ini, empat KRI berada di Laut Natuna utara untuk menjaga keamanan laut dan memberikan rasa aman bagi para pengguna laut khususnya para nelayan Indonesia,” jelas Arsyad.

BACA JUGA:  Bupati Natuna Ajak Masyarakat Optimis Bangun Daerah di Ulang Tahun ke-80 RI

Ia mengatakan hasil patroli udara tidak dijumpai adanya kapal perang ataupun kapal Penjaga Pantai negara asing, demikian pula dengan kapal ikan asing.

Terkait video viral, tentang kapal nelayan yang memvideokan keberadaan kapal perang asing, dia menyatakan itu bisa saja terjadi.

Kapal perang yang viral dalam video itu mungkin sedang melintas damai atau sedang melintas di Laut Natuna Utara, sebagai wilayah zona ekonomi ekslusif Indonesia. Di atas ZEE Indonesia juga ada hak pelayaran internasional atau freedom of navigation, dimana semua negara memiliki hak lintas damai.

BACA JUGA:  Raja Mustakim Dorong Literasi Sejarah Masjid Agung Natuna Lewat Kuis Edukasi KPDN

Walau begitu, kapal-kapal perang atau kapal non militer yang bersenjata tetap yang melintas harus menunjukkan itikad tidak bermusuhan dengan negara pemilik hak kedaulatan perairan.

Dalam adab kemiliteran laut internasional, hal itu ditandai beberapa hal, di antaranya membungkus meriam-meriam dan menempatkan meriam-meriam itu tidak dalam posisi membidik sesuatu, mengibarkan bendera-bendera isyarat identitas, membuka kanal komunikasi radio, hingga menyimpan peluru-peluru kendali di dalam silo-silonya. (ER/INDOZONE)

Berita Terkait

Tak Mau Natuna ‘Terisolasi’ Saat Libur Sekolah, Cen Sui Lan Minta Docking KM Bukit Raya Ditunda
‘Blusukan’ ke Kompleks Perkantoran Bukit Arai, Cen Sui Lan Akui Banyak Gedung Pemkab Natuna Butuh Renovasi, Tapi Anggaran Terbatas
Cen Sui Lan Apresiasi Kejari Natuna atas RJ Penadah Emas, Rompi Tahanan Dilepas; “Hukum Juga Harus Mengedepankan Kemanusiaan”
Natuna Siapkan 350 Hektare Kebun Kelapa Baru, Program Hilirisasi Mulai Digulirkan
Apel Kamtibmas 2026, Raja Mustakim: Media Sosial Harus Jadi Ruang yang Menyejukkan, Bukan Penyebar Kebencian
Cen Sui Lan Siapkan Sekolah Satu Atap untuk Pulau Terluar Natuna, Cegah Desa Kehilangan Penduduk
Jangkau Wilayah Perbatasan, Cen Sui Lan Bawa Dokter dan Layanan Kesehatan Gratis ke Selaut
Cen Sui Lan Sambangi Selaut, Warga Sambut Hangat dan Harapkan Percepatan Pembangunan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:24 WIB

Tak Mau Natuna ‘Terisolasi’ Saat Libur Sekolah, Cen Sui Lan Minta Docking KM Bukit Raya Ditunda

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:18 WIB

‘Blusukan’ ke Kompleks Perkantoran Bukit Arai, Cen Sui Lan Akui Banyak Gedung Pemkab Natuna Butuh Renovasi, Tapi Anggaran Terbatas

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:10 WIB

Natuna Siapkan 350 Hektare Kebun Kelapa Baru, Program Hilirisasi Mulai Digulirkan

Senin, 22 Juni 2026 - 17:31 WIB

Apel Kamtibmas 2026, Raja Mustakim: Media Sosial Harus Jadi Ruang yang Menyejukkan, Bukan Penyebar Kebencian

Senin, 22 Juni 2026 - 08:37 WIB

Cen Sui Lan Siapkan Sekolah Satu Atap untuk Pulau Terluar Natuna, Cegah Desa Kehilangan Penduduk

Berita Terbaru