INIKEPRI.COM – Turnamen Domino KPDN Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, resmi dibuka pada Sabtu (8/8/2026) malam. Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu sekaligus dirangkai dengan kegiatan bakti sosial pembagian paket sembako kepada para pecinta domino di Desa Harapan Jaya.
Pembukaan turnamen dilakukan Ketua Dewan Pengarah KPDN, H. Raja Mustakim. Kegiatan tersebut turut diisi dengan penyerahan puluhan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, tepung, gula dan sirup.
Paket sembako tersebut merupakan bantuan dari Yayasan KPDN yang bersumber dari dana pribadi Bupati Natuna, Cen Sui Lan.
Penyerahan bantuan dilakukan para pengurus Yayasan KPDN kepada para pecinta domino Desa Harapan Jaya yang hadir dalam pembukaan turnamen.
Anggota Dewan Pembina KPDN, Eri Marka, turut menyerahkan paket sembako kepada salah seorang penerima. Sementara itu, Dewan Pembina KPDN Kecamatan Bunguran Tengah, Heru Candra, juga menyerahkan bantuan kepada warga lainnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat hubungan antara pengurus KPDN dan masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Raja Mustakim mengatakan turnamen domino diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat Natuna.
“Ini semua mencair. Luar biasa sambutan dari masyarakat Harapan Jaya yang dulunya berasal dari transmigrasi Jawa. Luar biasa kebersamaannya,” ujar Raja Mustakim.
Selain menjabat Ketua Dewan Pengarah KPDN, Raja Mustakim juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan KONI Natuna.
Eksibisi Raja Mustakim vs Kades Harapan Jaya
Suasana pembukaan semakin meriah ketika H. Raja Mustakim turun langsung mengikuti pertandingan eksibisi melawan Kepala Desa Harapan Jaya, Pardan, bersama pasangannya.
Pertandingan berlangsung cukup menarik. Raja Mustakim bersama pasangannya berhasil mengamankan kemenangan dengan skor telak 2-0.
Hasil tersebut membuat pertandingan eksibisi berlangsung penuh canda dan keakraban. Pasangan Pardan bahkan sempat melontarkan protes dan menyalahkan sang kepala desa karena dinilai bermain kurang teliti.
Namun, suasana tersebut justru menjadi bagian dari keseruan permainan domino. Saling protes, bercanda hingga saling mengejek dalam batas kewajaran menjadi warna tersendiri dalam pertandingan.
Momen tersebut menunjukkan bahwa turnamen domino bukan sekadar soal menang dan kalah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bercengkerama dan mencairkan suasana.

Bagi masyarakat Desa Harapan Jaya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dengan adanya turnamen dan kegiatan sosial tersebut, Yayasan KPDN berharap semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap masyarakat terus terjaga, khususnya di tengah momentum perayaan kemerdekaan.
Penulis : IZ

















