Di India, Beberapa Siswa Muslim Berhijab Dilarang Masuk Kelas

- Admin

Rabu, 9 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sejumlah siswa Muslim yang mengenakan hijab di India menggelar aksi berkemah di sekolah menengah khusus perempuan ketika pihak sekolah melarang mereka memasuki ruang kelas dan menggunakan jilbab pada bulan lalu.

Kisah itu viral di internet, menarik kru berita ke depan sekolah yang dikelola pemerintah di Distrik Udupi, di negara bagian Karnataka, India selatan.

Para siswa mulai memprotes di luar gerbang sekolah dan duduk berkelompok, membaca pelajaran mereka. Sementara pihak sekolah, yang mengatakan para siswa menentang aturan seragam, tetap bergeming, Associated Press melaporkan.

Sebulan kemudian, lebih banyak sekolah mulai menerapkan larangan jilbab serupa sehingga pengadilan tinggi negara bagian turun tangan. Pengadilan akan mendengarkan petisi yang diajukan oleh para siswa yang melakukan protes pada Selasa (8/2) dan memutuskan apakah akan membatalkan larangan tersebut.

Namun kebuntuan itu menimbulkan ketakutan di kalangan mahasiswa Muslim di negara bagian itu yang mengatakan bahwa hak-hak beragama mereka dirampas.

Baca Juga :  Maintain your Kids Safe on the Internet

Pada Senin (7/2), ratusan mahasiswa, termasuk orang tua mereka, turun ke jalan menentang pembatasan. Mereka menuntut siswa harus diizinkan untuk menghadiri kelas bahkan jika mereka mengenakan jilbab.

“Apa yang kita saksikan adalah bentuk apartheid agama. Keputusan itu diskriminatif dan secara tidak proporsional mempengaruhi perempuan Muslim,” kata A. H. Almas, seorang mahasiswa berusia 18 tahun yang turut dalam aksi protes yang telah dilakukan selama berminggu-minggu.

Sejauh ini beberapa pertemuan antara pihak sekolah, perwakilan pemerintah dan mahasiswa yang memprotes menemui jalan buntu. Menteri pendidikan negara bagian, B. C. Nagesh, juga menolak untuk mencabut larangan tersebut.

Dia mengatakan kepada wartawan pada Minggu (6/2) bahwa “mereka yang tidak mau mengikuti aturan berpakaian seragam dapat mencari pilihan lain.”

Selama beberapa dekade, masalah jilbab menjadi sumber kontroversi di beberapa negara barat, khususnya di Prancis. Negara Eropa tersebut pada 2004 melarang warganya memakai jilbab di sekolah umum. Namun di India, di mana penduduk Muslim mencapai 14% dari populasi yang hampir mencapai 1,4 miliar, jilbab tidak dilarang dan juga tidak dibatasi penggunaannya di tempat-tempat umum.

Baca Juga :  Approaches for Dating in Other Countries

Faktanya, perempuan yang mengenakan hijab adalah hal yang umum terjadi di India, dan bagi banyak dari mereka, hijab melambangkan identitas agama dan merupakan masalah pilihan pribadi.

Kelompok-Kelompok Minoritas Agama Makin Tertekan di India

Karena debat melibatkan dugaan bias atas item agama yang dikenakan untuk menutupi rambut dan menjaga kesopanan, beberapa aktivis hak asasi manusia menyuarakan keprihatinan. Mereka mengatakan keputusan tersebut berisiko meningkatkan Islamofobia. Kekerasan dan ujaran kebencian terhadap Muslim meningkat di bawah partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, yang juga memerintah negara bagian Karnataka.

Protes telah menuai kecaman publik. Tagar #HijabIsOurRight beredar luas di media sosial, tetapi juga menyebabkan penolakan yang agak tidak terduga.

Baca Juga :  Fulfill Beautiful Euro Women By using a International Online dating Agency

Selama seminggu terakhir, beberapa siswa Hindu di negara bagian itu mulai mengenakan selendang berwarna kunyit, simbol kelompok nasionalis Hindu. Mereka juga meneriakkan pujian kepada dewa-dewa Hindu, sambil memprotes pilihan penutup kepala gadis-gadis Muslim. Fenomena tersebut menandai adanya ketegangan pahit antara mayoritas Hindu di negara itu dan minoritas Muslim yang besar.

Peristiwa tersebut telah mendorong pemerintah negara bagian untuk melarang pakaian yang dikatakan “mengganggu kesetaraan, integritas dan ketertiban umum” dan beberapa sekolah menengah mengumumkan hari libur untuk menghindari masalah komunal.

Pada Senin (7/2), salah satu sekolah pada akhirnya mengizinkan siswa Muslimnya untuk menghadiri kelas dengan jilbab. Namun mereka harus duduk di ruang kelas yang terpisah. Langkah itu dikritik habis-habisan. Mahasiswa Muslim menuduh pihak sekolah memisahkan mereka atas dasar keyakinan.

“Ini penghinaan,” kata Almas. “Sampai kapan kita akan menerima bahwa warga negara bisa distigmatisasi karena agama,” katanya. (DI/VOAISLAM)

Berita Terkait

Di Tengah Tugas Nataru, Petugas Operasi Lilin Seligi Terima Tali Asih dari Bupati Natuna
Malam Puncak HUT Natuna ke-26, Gelar Seni Samudera Budaya Gemparkan Pantai Piwang
Kick Off Pelatihan Calon Transmigran Rempang Eco-City: Bangun Peradaban, Ciptakan Pusat Ekonomi Baru
Lakukan Transformasi, Upaya Nyata Wujudkan Ekonomi Tangguh dan Berdaya Saing
Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra Perkuat Hubungan dengan Singapura
Amsakar Achmad Raih Penghargaan BAZNAS Award 2025, Komitmen Dukung Gerakan Zakat Nasional
Kepala BP Batam Buka Batam Investment Forum 2025, Dorong Optimisme Iklim Investasi
Dorong Optimalisasi Aset, BP Batam Gelar Konsinyering Penataan dan Pengembangan Agribisnis

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 12:51 WIB

Di Tengah Tugas Nataru, Petugas Operasi Lilin Seligi Terima Tali Asih dari Bupati Natuna

Sabtu, 15 November 2025 - 23:07 WIB

Malam Puncak HUT Natuna ke-26, Gelar Seni Samudera Budaya Gemparkan Pantai Piwang

Selasa, 4 November 2025 - 10:04 WIB

Kick Off Pelatihan Calon Transmigran Rempang Eco-City: Bangun Peradaban, Ciptakan Pusat Ekonomi Baru

Rabu, 1 Oktober 2025 - 20:56 WIB

Lakukan Transformasi, Upaya Nyata Wujudkan Ekonomi Tangguh dan Berdaya Saing

Senin, 29 September 2025 - 20:02 WIB

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra Perkuat Hubungan dengan Singapura

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB