Bagi nelayan dengan kapasitas kapal kecil dan jarak tempuh yang relatif pendek ini akan sangat memberatkan, apalagi saat ini beberapa komoditas tangkapan nelayan yang cenderung harganya fluktuatif dengan adanya kenaikan BBM ini justru semakin mempersulit situasi tersebut, apabila nelayan tidak bisa membeli BBM dengan harga subsidi pastinya akan berdampak pada penurunan pendapatan nelayan di tengah inflasi yang semakin tinggi.
Tak hanya itu, BBM merupakan instrument yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup bagi masyarakat pesisir, berbagai lini sektor berkaitan dengan penggunaan BBM bagi masyarakat pesisir salah satunya akses transportasi pendidikan yang saat ini menggunakan kapal untuk mengantar jemput siswa dan siswi untuk berangkat ke sekolah belum lagi dengan kondisi fasilitas kesehatan masyarakat pesisir yang kurang memadai apabila masyarakat yang tinggal di pulau ingin mendapatkan akses fasilitas kesehatan yang lebih baik tentunya harus menggunakan kapal untuk pergi ke daerah yang memiliki fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Hal ini dirasa cukup membebankan masyarakat pesisir apalagi ditambah dengan menaikan BBM subsidi ini adalah keputusan yang sangat kurang tepat.
Pemerintah benar-benar harus mempertimbangkan dampak dan resiko, kemiskinan akan semakin meningkat dan resiko infalasi pasti akan terjadi apabila wacana ini benar-benar di terapkan. (DI)

















