Wacana Menaikkan Harga BBM Bersubsidi di Tengah Jeritan Nelayan Tradisional

- Admin

Jumat, 26 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ariantomi Yandra, Ketua Bidang Kemaritiman PP Hima Persis Peride 2022-2024. Foto: Dok. Pribadi/INIKEPRI.COM

Ariantomi Yandra, Ketua Bidang Kemaritiman PP Hima Persis Peride 2022-2024. Foto: Dok. Pribadi/INIKEPRI.COM

Bagi nelayan dengan kapasitas kapal kecil dan jarak tempuh yang relatif pendek ini akan sangat memberatkan, apalagi saat ini beberapa komoditas tangkapan nelayan yang cenderung harganya fluktuatif dengan adanya kenaikan BBM ini justru semakin mempersulit situasi tersebut, apabila nelayan tidak bisa membeli BBM dengan harga subsidi pastinya akan berdampak pada penurunan pendapatan nelayan di tengah inflasi yang semakin tinggi.

Baca Juga :  'Berdamai' dengan Rosano Adalah Keberhasilan Terbesar Rudi Selama Memimpin Batam

Tak hanya itu, BBM merupakan instrument yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup bagi masyarakat pesisir, berbagai lini sektor berkaitan dengan penggunaan BBM bagi masyarakat pesisir salah satunya akses transportasi pendidikan yang saat ini menggunakan kapal untuk mengantar jemput siswa dan siswi untuk berangkat ke sekolah belum lagi dengan kondisi fasilitas kesehatan masyarakat pesisir yang kurang memadai apabila masyarakat yang tinggal di pulau ingin mendapatkan akses fasilitas kesehatan yang lebih baik tentunya harus menggunakan kapal untuk pergi ke daerah yang memiliki fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Baca Juga :  Sibuk Bahas Sindikat Mafia TPPO, Lupa Musuh Besar Bangsa adalah Kemiskinan

Hal ini dirasa cukup membebankan masyarakat pesisir apalagi ditambah dengan menaikan BBM subsidi ini adalah keputusan yang sangat kurang tepat.

Baca Juga :  Pilwako Batam 2024 Diprediksi Jadi Dejavu Pilkada Sidrap 2018: Pertarungan Istri Petahana VS Wakil Petahana

Pemerintah benar-benar harus mempertimbangkan dampak dan resiko, kemiskinan akan semakin meningkat dan resiko infalasi pasti akan terjadi apabila wacana ini benar-benar di terapkan. (DI)

Berita Terkait

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!
1 Desember, Ditjen Imigrasi Terapkan Penerbitan E-Paspor 100 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Selasa, 11 Maret 2025 - 02:08 WIB

Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika

Berita Terbaru