Duet Anies-Puan, Presiden PKS Sampaikan Tiga Syarat

- Publisher

Jumat, 18 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies Baswedan dan Puan Maharani. Foto: Net

Anies Baswedan dan Puan Maharani. Foto: Net

“Jadi ini mekanisme yang diberlakukan di PKS, jadi seluruh masukan-masukan terkait dengan capres-cawapres akan dibahas di sana,” jelas Syaikhu

Di internal PKS sendiri, Syaikhu menegaskan sudah ada proses yang berjalan mengenai pecapresan ini.

Ia menyebut bahwa pihaknya telah punya guidance atau syarat kriteria dalam menentukkan sosok pemimpin yang akan diusung pada Pilpres 2024.

BACA JUGA:  Elektabilitas Terlalu Kuat, PDIP Ancang-ancang Dukung Anies

BACA JUGA :

Survei SMRC Prabowo-Puan Berhasil Kalahkan, Anies-AHY dan Ganjar-Airlangga

“PKS akan menentukkan pilihan pada calon pemimpin nasional baik capres-cawapres dengan tiga kriteria,” jelasnya.

BACA JUGA:  Manchester United Yang Belum Tentu Juara

Kriteria pertama yang PKS tetapkan untuk calon yang akan diusung adalah sosok yang punya karakter Nasionalis-Religius.

“Pertama memiliki karakter nasionalis religius,” tambahya.

Syarat kedua yang Syaikhu ungkapkan adalah sosok calon pemimpin tersebut harus menjadi simbol atau representasi dai perubahan.

BACA JUGA:  Kualitas Iman, Ilmu Dan Amal: Momentum Bagi Generasi Muda Islam dalam Mencari Peluang dan Menghadapi Tantangan Masa Depan

“Kedua, ini yang tadi disebutkan, dia menjadi simbol perubahan,” jelasnya.

Syarat ketiga atau terakhir yang syaikhu ungkapkan adalah sosok calon pemimpin tersebut harus punya peluang untuk menang. “Satu hal lagi yaitu pobability-nya untuk menang ada,” tambahya.

Berita Terkait

Catatan Jelang Setahun Kepemimpinan ASLI: Melangkah Bertakar, Memimpin Bertuah
Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?
Asap, Asa dan Amsakar Achmad
Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini
Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad
Menerobos Rutinitas Birokrasi dengan Adab dan Etika
Kemerosotan Otak dan Pembatasan Media Sosial pada Anak
Haruskah Menderita Atas Nama Indonesia?!

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:56 WIB

Catatan Jelang Setahun Kepemimpinan ASLI: Melangkah Bertakar, Memimpin Bertuah

Sabtu, 5 Juli 2025 - 10:52 WIB

Green Sukuk Semakin Populer, Tapi Kenapa Lingkungan Kita Masih Rusak?

Kamis, 29 Mei 2025 - 10:28 WIB

Asap, Asa dan Amsakar Achmad

Senin, 21 April 2025 - 11:02 WIB

Refleksi Kartini: Emansipasi, Iman, dan Tantangan Perempuan Muslim Hari Ini

Selasa, 8 April 2025 - 15:25 WIB

Strategi Delegitimasi Aktor Kebijakan dalam Pemerintahan Prabowo – Studi Kasus Tuduhan terhadap Sufmi Dasco Ahmad

Berita Terbaru