Sekjen BP3KR Marah, Kapal Penjaga Pantai RRC Mondar-Mandir di Perairan Natuna

- Publisher

Kamis, 12 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Penjaga Pantai RRC Mondar-Mandir di Perairan Natuna. Foto: Istimewa

Kapal Penjaga Pantai RRC Mondar-Mandir di Perairan Natuna. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sekretaris Badan Penyelaras Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Ir Sudirman Almoen, menyatakan sikap marah atas kehadiran kapal penjaga pantai China yang mondar-mandir di Perairan Natuna. Tokoh Kepri itu kesal terhadap delapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari provinsi Kepulauan Riau yang tidak berusaha secara nyata menghalau kapal asing yang menginjak-injak marwah bangsa itu.

”Kalau tak mampu menyuarakan (patroli kapal China) itu ke pusat lebih baik tak usah mencalonkan lagi menjadi anggota DPR atau DPD RI dari Kepri. Ganti dengan orang yang berani supaya Kepri ini benar-benar diperhatikan oleh (pemerintah) pusat. Sumber daya alam Kepri tidak perlu diragukan, kita tinggal berjuang menjadikan Kepri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan budaya,” kata Surdirman Almoen, kepada wartawan, di Tanjungpinang, Rabu, 11/1/2023.

Bila dilihat kilas balik ke belakang, kata Sudirman, tokoh-tokoh provinsi telah berjuang menjadikan Kepri unggul. ”Tak perlu diragukan lagi perjuangan (tokoh-tokoh) menjadikan Kepri sebagai provinsi yang hanya bermodalkan semangat. Sekarang tinggal melanjutkan dengan menyampaikan aspirasi rakyat ke pemerintah pusat, apa yang diperlukan untuk kemajuan Kepri. Kenapa menyuarakan masalah-masalah penting tidak bisa,” ujar Sudirman.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Pelajari Kebijakan Pembukaan Kembali Ekspor Pasir Laut
Logo Badan Penyelaras Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR). Foto: Istimewa

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kapal patroli China CCG 5901 berbobot 12.000 ton tiba di perairan Natuna setelah meninggalkan pelabuhan Sanya di Pulau Hainan, RRC pada 16 Desember 2022. Kapal itu bercokol di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, yakni perairan Natuna, sejak 30 Desember 2022 hingga saat ini. Kapal itu merupakan penjaga pantai yang dipersenjatai dengan senapan mesin berat, memiliki landasan helikopter dan hanggar, cukup untuk menampung pesawat helikopter berbadan besar ‘larger rotary wing aircraft.’

Kehadiran kapal patroli China itu diduga terkait dengan pengembangan wilayah ladang gas di Blok Tuna. Pemerintah RI telah menyetujui rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) Pertama Lapangan Tuna di Wilayah Kerja (WK) atau Blok Tuna, perairan Natuna, ke perusahaan Inggris Premier Oil. Biaya investasi untuk pengembangan Lapangan Tuna (di luar sunk cost) itu diperkirakan mencapai US$ 1,05 miliar.

BACA JUGA:  Wali Kota Lis dan Forkopimda Tinjau Sekolah Rakyat, 100 Anak Siap MPLS 30 September

Masa produksi yang diperkirakan sampai 2035, dan pemerintah diperkirakan mendapatkan keuntungan kotor sebesar US$ 1,24 miliar atau setara dengan Rp 18,4 triliun. Sementara pendapatan kotor dari kontraktor atau produsen sebesar US$ 773 juta atau setara dengan Rp 11,4 triliun dengan biaya cost recovery mencapai US$ 3,315 miliar. Reaksi China, pada September 2021, ribuan kapal China dilaporkan masuk Natuna bagian utara.

Surdiman mengusulkan, agar aparat keamanan menjaga perairan Natuna secara khusus. Tokoh pendiri dan penyelaran Kepri itu mengusulkan TNI Angkatan Udara di Natuna diperkuat dengan Skadron 12 yang ada di Pekanbaru. ”TNI AU Skuadron 12 di Pekanbaru sebaiknya dipindahkan ke Natuna agar latihan-latihan tempur bisa setiap saat dilakukan, sambil monitor wilayah perbatasan. Tujuannya, agar nelayan kita aman dlaam mencari nafkah dan terjaga mulai dari laut sampai udara. Dengan demikian ekonomi Natuna bisa berkembang dengan cepat,” jelas Sudirman.

BACA JUGA:  Tersisa 8 Kasus COVID-19 Aktif di Tanjungpinang

Sangat disayangkan, karena kapal-kapal China kerap menganggu aktivitas kapal tambang di Perairan Natuna. Kapal coast guard China itu juga disebut sering membayang-bayangi kerja daripada rig noble yang berbendera Indonesia di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Apalagi Pemerintah RI pada 2020 mengirimkan protes ke China melalui Kementerian Luar Negeri karena melakukan pelanggaran.

Blok Tuna terletak seluruhnya di dalam ZEE Indonesia dan hanya 13 kilometer (8 mil) dari perbatasan ZEE Vietnam, tetapi wilayah tersebut sering dikunjungi oleh penegak hukum dan kapal penangkap ikan China. Sebagaimana diketahui pada tahun 2016 Pengadilan PBB membatalkan ‘Nine Dash Line.’ Tetapi Beijing tetap menolak putusan tersebut, Cina bersikeras memiliki yurisdiksi atas semua wilayah di dalam garis tersebut. (MIZ)

Berita Terkait

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026
Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP
Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia
Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
Budaya Qurani Terus Tumbuh, Santri Asrama MTsN Tanjungpinang Konsisten Murojaah dan Setoran Tahfidz
Pemko Tanjungpinang Gandeng BTN Perkuat Transformasi Digital dan Layanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:39 WIB

22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Seragam, Tas, dan Sepatu Gratis bagi Siswa TK hingga SMP

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:42 WIB

Lis Darmansyah Tawarkan Tanjungpinang Jadi Basis Industri Gula Organik dan VCO, Sasar Pasar Ekspor Dunia

Berita Terbaru