Puasa Arafah Ikut Arab Saudi atau Pemerintah Indonesia, Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

- Admin

Rabu, 21 Juni 2023 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustaz Adi Hidayat. Foto: Tangkapan Layar

Ustaz Adi Hidayat. Foto: Tangkapan Layar

Jadi Yaum itu menunjuk pada waktu. Maksudnya apa? Hadis ini ingin menegaskan, puasa ini dilakukan, bukan mengikuti momentumnya, tapi mengikuti waktunya.

Namun ada ketentuan lain yang diungkapkan oleh Ustaz Adi Hidayat terkait pelaksanaan puasa arafah.

“Waktu orang wukuf tanggal berapa, 8 apa 9? 9 ya. Jadi orang wukuf di tanggal 9 Dzulhijjah,” ujar Adi Hidayat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi jika di satu tempat, satu daerah, satu negara sudah masuk ke tanggal 9 Dzulhijjah, sekalipun tidak sama dengan tempat orang wukuf sekarang di Saudi, maka itu sudah harus menunaikan puasa arafah.

Baca Juga :  Apakah Allah Ampuni, Apabila Tobat Lalu Maksiat Lagi?

“Jadi jatuh puasanya pada tanggalnya, bukan pada momentum wukufnya. Jelas ya, yang harus diikutkan pada tempat tertentu,” ucap Ustaz Adi Hidayat.

Dia kemudian menjelaskan dengan detail, misal pemerintah Indonesia menetapkan awal Dzulhijjah beda dengan Saudi karena zonanya ada perbedaan.

“Yang diikuti saat puasa Arafah itu bukan ikut ke yang wukuf, bukan waktu Saudi, tapi waktu di sini (Indonesia),” ucap Adi Hidayat.

Baca Juga :  4 Cara Latih Public Speaking

“Antum ngukurnya ke Jakarta 4 jam, di Papua 6 jam. Indonesia itu kan luas dari Sabang sampai Merauke, gitu kan. Masya Allah,” ujarnya.

“Ketika Saudi menetapkan tanggal 9 Dzulhijjah. Misal, Maghrib di Saudi jam 7, di Papua jam berapa? Jam 1. Udah jam 1 udah dini hari, di Saudi baru Maghrib. Artinya ke Saudi ketika masuk misalnya waktunya jam Subuh misal saja jam 5,” tukas UAH.

Berita Terkait

Apple Akui Ada Kesalahan Emoji Pada Keyboard iPhone
Ini Cara Dapatkan Subsidi Motor Listrik
Atas Usul Indonesia, UNESCO Akui Idulfitri dan Iduladha Jadi Hari Besar Keagamaan
Boikot Produk Israel Munculkan Kampanye Disinformasi di Media Sosial
Awas! Ini Bahaya Mengonsumsi Ikan Hasil Pengeboman
Kemenkes Waspadai Kasus TB di Indonesia yang Meningkat
Cerita M Shabilla Alhaqim, Anak Pengembala Sapi yang Jadi Prajurit TNI
Kemendikbudristek Gelar Kita Cinta Lagu Anak ke-5

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 11:03 WIB

Apple Akui Ada Kesalahan Emoji Pada Keyboard iPhone

Minggu, 14 April 2024 - 00:02 WIB

Ini Cara Dapatkan Subsidi Motor Listrik

Rabu, 3 April 2024 - 02:35 WIB

Atas Usul Indonesia, UNESCO Akui Idulfitri dan Iduladha Jadi Hari Besar Keagamaan

Senin, 1 April 2024 - 00:04 WIB

Boikot Produk Israel Munculkan Kampanye Disinformasi di Media Sosial

Kamis, 28 Maret 2024 - 04:43 WIB

Awas! Ini Bahaya Mengonsumsi Ikan Hasil Pengeboman

Senin, 25 Maret 2024 - 00:14 WIB

Kemenkes Waspadai Kasus TB di Indonesia yang Meningkat

Minggu, 17 Maret 2024 - 01:13 WIB

Cerita M Shabilla Alhaqim, Anak Pengembala Sapi yang Jadi Prajurit TNI

Rabu, 13 Maret 2024 - 04:02 WIB

Kemendikbudristek Gelar Kita Cinta Lagu Anak ke-5

Berita Terbaru

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Nasional

Ini Empat Faktor Penetapan Harga Tiket Pesawat

Selasa, 23 Apr 2024 - 00:09 WIB

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyaksikan Pawai Ta'aruf Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) Ke-XIII Tingkat Kabupaten Bintan Tahun 2024, berlokasi di Depan Gedung LAM Bintan, Kecamatan Bintan Timur, Senin (22/4/2024). Foto: Diskominfo Kepri

Bintan

Ansar Saksikan Pawai Ta’aruf MTQH Ke-XIII Kabupaten Bintan

Selasa, 23 Apr 2024 - 00:03 WIB

Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas memberikan formasi ASN kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto : Biro Komunikasi Publik

Nasional

Kementerian PUPR akan Terima 26.319 Formasi ASN 2024

Senin, 22 Apr 2024 - 09:54 WIB