Kadin dan Apindo Menjerit dengan Kenaikan Tarif Kargo, Membuat Biaya Industri Jadi Mahal

- Publisher

Jumat, 30 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelabuhan kontainer di Batam. Foto: Istimewa

Pelabuhan kontainer di Batam. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kenaikan tarif kontainer dari Batam ke luar negeri yang terjadi tiap tahunnya, membuat para pelaku usaha berteriak.

Tingginya biaya logistik itu dikeluhkan oleh Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Provinsi Kepulauan Riau Akhmad Ma’ruf Maulana.

Tingginya tarif tersebut, kata Akhmad Ma’ruf Maulana, membuat berat para pelaku industri di Kepri.

Terlebih lagi, sambung Ma’ruf, selama ini, Kadin Kepri memiliki Program Paket Ekonomi BBK (Batam, Bintan dan Karimun) Murah.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini pemerintah tengah gencar membangun infrastruktur. Akan tetapi, kami juga berharap BP Batam, Pemprov Kepri dan pemerintah daerah (Pemkab dan Pemko) bisa lebih proaktif memberikan kebijakan agar daerah ini tak menjadi tempat investasi mahal. Salah satunya dengan menekan cost industri seperti tarif kontainer,” kata Ma’ruf, Jumat 30 Juni 2023.

Tarif kontainer yang naik setiap tahun, jelas Ma’ruf, membuat para pelaku usaha menjerit. Oleh karena itu, kata dia lagi, Kadin Kepri meminta pemerintah fokus pada hal ini.

BACA JUGA:  Berlanjut! BP dan Pemko Batam Bagikan 23.832 Paket Sembako untuk Warga Nongsa

“Kadin minta pemerintah untuk fokus dalam hal menekan cost industri. Dalam pantauan kami, tarif kontainer selalu naik tiap tahunnya. Bahkan, biaya logistik di Batam ini, terpaut 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan biaya logistik di Jakarta,” tegas dia.

Apindo Batam Ikut Menjerit

Sementara itu, Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Batam, Rafki Rasyid, menyebut, naiknya tarif kontainer dari tahun 2021 ke tahun 2022 mencapai sekitar 7 persen. Kemudian, dari tahun 2022 ke 2023 naiknya tarif kontainer ini menjadi lebih tinggi, mencapai rata-rata sekitar 12,5 persen.

“Pelaku usaha di Batam mengeluhkan naiknya tarif kontainer dari Batam ke luar negeri secara diam-diam setiap tahunnya. Kenaikkan ini baru kita ketahui setelah membandingkan tarif kontainer mulai dari tahun 2021 sampai sekarang. Ketika kita tanyakan ke pihak pengelola pelabuhan BP Batam, ternyata mereka juga belum tahu. Baru akan dicek setelah Apindo menginformasikan,” ucap Rafki, mengutip laman GUDANGBERITA.CO.ID, Jumat 30 Juni 2023.

BACA JUGA:  Persiapan Normalisasi, Amsakar Tinjau Aliran Sungai Depan RS Bhayangkara Nongsa

Jelas dia lagi, Apindo Batam akan meminta pihak terkait untuk menurunkan tarif kontainer seperti semula.

“Bahkan sebenarnya bisa lebih ditekan lagi kalau skala ekonomis pelabuhan di Batam bisa diperluas. Biaya biaya siluman yang masih terjadi dan dipungut di pelabuhan, seharusnya sudah dibersihkan. Jangan malah semakin menjadi jadi sehingga menyebabkan biaya penanganan kontainer menjadi mahal,” ucapnya.

Abidin Hasibuan: Membebani Dunia Usaha

Sebelumnya, Direktur Utama PT. Sat Nusapersada Tbk Abidin Hasibuan juga mengaku tingginya biasa logistik tersebut sangat membebani dunia usaha, khususnya yang memiliki orientasi ekspor. Sat Nusapersada sendiri bergerak di bidang industri perakitan elektronik.

“Kami simulasikan, sebagai perbandingan pengiriman Batam ke Hong Kong via Singapura, kontainer (ukuran) 20 feet itu sebesar US$800 dengan perjalanan 3 hari. Kalau kami bandingkan Jakarta-Hong Kong 6-7 hari perjalan hanya US$450 artinya itu lebih murah Jakarta-Hong Kong 50 persen,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  PLN Batam ke Apindo Kota Batam dan Kepri Tingkatkan Silaturahmi

Menurutnya, tingginya biaya logistik ini menjadi sentimen negatif bagi Investor yang hendak masuk ke Indonesia. Ia mengungkapkan terdapat Investor yang mulanya berniat menanamkan modal hingga US$1 Miliar. Namun, niatnya urung lantaran pertimbangan biaya logistik yang mahal.

“Mereka akhirnya larinya ke Vietnam, sebagian ke India. Di Batam ada (Investasi) tapi tidak besar,” paparnya.

Dikutip dari CATATANBATAM.COM, terkait biaya kargo saat ini, dari Batam via Singapura, untuk ukuran 20 feet pada 2021 (470 USD), 2022 (500 USD) dan 2023 (570 USD). Terjadi kenaikan 14% dalam dua tahun.

Sementara untuk ukuran 40 feet pada 2021 (665 USD), 2022 (720 USD) dan 2023 naik menjadi 800 USD atau terjadi kenaikan 11% dalam dua tahun. (MIZ)

Berita Terkait

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat
TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Berita Terbaru