Gubernur Kepri Dorong Peran Kampus dalam Penurunan Stunting

- Publisher

Minggu, 17 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak seluruh civitas akademika untuk berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi ini. Hal ini disampaikan dalam Seminar Peran Civitas Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui Kampus Peduli Stunting Kepulauan Riau (Kamping Kepri) yang digelar di Aula Kampus Universitas Ibnu Sina Batam, Sabtu (16/12/2023). Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak seluruh civitas akademika untuk berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi ini. Hal ini disampaikan dalam Seminar Peran Civitas Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui Kampus Peduli Stunting Kepulauan Riau (Kamping Kepri) yang digelar di Aula Kampus Universitas Ibnu Sina Batam, Sabtu (16/12/2023). Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengajak seluruh civitas akademika untuk berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di provinsi ini. Hal ini disampaikan dalam Seminar Peran Civitas Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting melalui Kampus Peduli Stunting Kepulauan Riau (Kamping Kepri) yang digelar di Aula Kampus Universitas Ibnu Sina Batam, Sabtu (16/12/2023).

Gubernur Ansar mengatakan, stunting merupakan salah satu isu strategis yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dan daerah. Stunting berkaitan dengan masa depan bangsa dan beban pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

BACA JUGA:

Ansar Serahkan Bantuan Insentif Guru Pendidikan, Penyuluh Agama Non ASN & Pemuka Agama se-Kota Batam

“Kenapa stunting ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena bicara stunting kita bicara masa depan bangsa, kita bicara beban-beban pemerintah. Kita harus menjamin bahwa negara ini ke depan dibangun oleh insan-insan Indonesia yang produktif, oleh karena itu percepatan penurunan stunting sangat penting,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Buka Peluang Investasi di Bintan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ia menambahkan, jika Indonesia ingin memanfaatkan bonus demografi, maka harus memastikan bahwa masyarakat usia produktif bebas dari stunting. Untuk itu, presiden selalu mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk menangani masalah stunting ini.

Gubernur Ansar pun mengapresiasi capaian Kepri dalam menurunkan angka stunting. Ia menyebut, Kepri berada di urutan ke 4 terendah dari 38 provinsi. Di tahun 2021 angka stunting berada di 17,6 persen. Kepri berhasil menurunkan di tahun 2022 sebanyak 2,2 persen sehingga tinggal 15,4 persen.

“Tapi intruksi Presiden, 2024 ini kita harus berada di angka di bawah 14 persen. Maka kita harus bekerja keras di akhir tahun 2023 nanti kemungkinan menurunkan 0,8 persen jadi kita harus berada di angka kira-kira 14,4 persen, oleh karena itu di tahun 2024 kita kejar lagi supaya di tahun 2024 akhir kita di bawah angka 14 persen,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Sampaikan Pidato Perdana di DPRD Kepri: Satukan Langkah Jadikan Kepri Maju, Makmur, dan Merata

Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Ansar mengatakan, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri tanpa keterlibatan semua pihak baik swasta, masyarakat, sampai keterlibatan kampus. Ia mencontohkan, Kabupaten Karimun yang berhasil menurunkan angka stunting sampai 11 persen dari 15 persen tahun sebelumnya.

“Lalu program-program apa yang kita dorong supaya angka stunting cepat menurun dengan waktu yang tersisa ini, kita harus yakin jangan-jangan 14 persen, 11 persen pun kita bisa turunkan. Karimun itu memiliki pengalaman cukup bagus masalah stunting insyaallah kita akan belajar ke sana. Mereka bisa menurunkan angka stunting sampai 11 persen dari 15 persen tahun kemarin,” tuturnya.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Batam 2 Juni 2026: Cerah Berawan pada Pagi Hari, Sore Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Ia juga mengapresiasi para mahasiswa yang membantu untuk ikut serta mengedukasi masyarakat soal stunting. Ia berharap, banyak kampus-kampus yang ikut serta memberikan perhatian terhadap stunting di Kepri ini.

“Seharusnya warga Kepri ini tidak ada yang stunting, karena Kepri ini 96 persen lautan banyak protein nabati dan hewani ikan penghasil terbesar di Kepri, tapi masyarakatnya banyak yang stunting,” kata Gubernur Ansar

Turut hadir dalam seminar tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohina, Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Iwan Iskandar, Rektor Universitas Ibnu Sina Mustaqim Syuaib, KMP Satgas Stunting Kepri Aditya Wira Pratomo, para pimpinan perguruan tinggi atau yang mewakili, serta Tim Percepatan Pembangunan dan Kepala OPD Kepri yang hadir. (RP)

Berita Terkait

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam
18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima
Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027
Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi
Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat
Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:57 WIB

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam

Senin, 28 September 2026 - 07:00 WIB

Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027

Minggu, 27 September 2026 - 07:05 WIB

Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi

Sabtu, 26 September 2026 - 07:49 WIB

Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Berita Terbaru