Amsakar Apresiasi Film Tanah Moyangku

- Publisher

Kamis, 11 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat hadir di nonton bareng dan diskusi film Tanah Moyangku. Foto: INIKEPRI.COM

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat hadir di nonton bareng dan diskusi film Tanah Moyangku. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Sejumlah mahasiswa di Kota Batam menggagas dan menggelar nonton bareng dan diskusi film  yang bertajuk “Tanah Moyangku” bertempat di G-Coffee-Pasir Putih, Batam Center, Rabu (10/1/2023) malam.

Nonton bareng ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Pada kesempatan itu juga, Amsakar juga diminta untuk membahas dan menilai soal film yang menyangkut konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

“Saya ini bukan orang yang memiliki potensi lengkap untuk berbicara tentang pertanahan. Barang kali BPN lebih representatif menjadi narasumber untuk menyikapi apa yang dipaparkan film Tanah Moyangku ini,” ucap Amsakar membuka diskusi.

BACA JUGA:  565.936 Wisman Kunjungi Batam Selama 2022

BACA JUGA:

Amsakar Hadir di Milad ke-8 Gandoriah PKDP Kota Batam

Amsakar: Tahun Baru Momen Refleksi Diri

Amsakar lantas memuji film Tanah Moyangku. Menurutnya, sebuah film lahir dari kreativitas seni yang luar biasa.

“Karena tidak semua orang yang memiliki ide dan gagasan dapat diungkapkan sebagai kreativitas seperti film ini. Oleh sebab itu, karya ini layak diapresiasi sebagai bagian dari pengetahuan kita untuk melihat bagaimana sebenernya pemetaan atas case yang terjadi terkait konflik agraria di nusantara ini,” jelas dia mengapresiasi film Tanah Moyangku.

BACA JUGA:  PLN Batam Jaga Listrik Tetap Andal Selama Natal 2025, Sistem Batam–Bintan Aman

Soal film ini, lanjut Amsakar, layak disebut sebagai film dokumenter.  “Kalau kita selami betul jalan cerita film ini, saya kira Tanah Moyangku layak disebut sebagai film dokumenter. Karena film ini mendokumentasikan dari berbagai sumber dan kemudian secara bertahap dikomentari oleh para pakar,” jelas dia.

Merujuk dari film tersebut, Amsakar menilai ada kerja besar untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

BACA JUGA:  DPRD Batam Apresiasi Mediasi Sopir Truk BAJ, Anwar Anas: Semua Ingin yang Terbaik untuk Batam

“Saya melihat dari beberapa kasus yang ada di dalam film Tanah Moyangku, bahwa proses marjinalisasi yang dirasakan oleh masyarakat lokal, itu senantiasa terjadi. Lalu apa yang harus kita lakukan ke depan sebenarnya adalah bagaimana agar berbagai badan usaha yang berkegiatan ini, dapat melibatkan masyarakat sebagai bagian dari integral dalam proses produksi mereka atau mengambil kebijakan yang sifatnya menguntungkan dan berpihak bagi masyarakat,” kata Amsakar. (MIZ)

Berita Terkait

Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan
Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat
Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Batam Lirik Lingga untuk Pasokan Air Baku, Investasi Besar Jadi Tantangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Warga Sungai Beduk Keluhkan Air Bersih, Lahan Pemakaman 4,76 Hektare Masih Tunggu Pusat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Berita Terbaru