Pj Wako Andri Tinjau Harga dan Stok Jelang Idul Adha

- Admin

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Andri Rizal, didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Bagian Ekonomi lakukan monitoring pasar tradisional, pasar moderen serta distributor menjelang lebaran idul adha 2024. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Andri Rizal, didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Bagian Ekonomi lakukan monitoring pasar tradisional, pasar moderen serta distributor menjelang lebaran idul adha 2024. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

INIKEPRI.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Andri Rizal, didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Bagian Ekonomi lakukan monitoring pasar tradisional, pasar moderen serta distributor menjelang lebaran idul adha 2024.

Pj Wako Andri, mengatakan hasil peninjauan di pasar tradisional memang beberapa komoditas terjadi kenaikan seperti cabai Rp72-74 ribu, kacang panjang Rp26 ribu, daging ayam Rp42 ribu serta daging beku Rp120 ribu yang disebabkan Kota Tanjungpinang bukan daerah penghasil.

Baca Juga :  Mau Jadi Admin Judol di Kamboja, WNI Diselamatkan BP3MI di Tanjungpinang

“Seperti kacang panjang harus didatangkan dari Bintan, sementara petani di Bintan harus mencukupi untuk masyarakat di sana terlebih dahulu, dan kacang panjang yang sampai ke pinang harganya jadi berbeda,” kata Andri di Pasar Bintan Center, Kamis (13/6/2024).

Kemudian harga daging beku yang didatangkan dari luar negeri yaitu Australia juga menjadi penyebab kenaikan. Harga cabai juga berbeda berdasarkan moda transportasi yang digunakan untuk sampai ke Tanjungpinang.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Silaturahmi dengan Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Agus Hariadi

“Kalau cabai harga Rp74 ribu itu didatangkan menggunakan pesawat jadi harganya mahal karena transportasinya juga mahal.” ungkap Andri.

Disampaikan Andri, upaya yang dapat dilakukan selain menggelar pasar murah untuk pengendalian inflasi, juga mendorong masyarakat aktif menanam cabai atau sayur dipekarangan rumah.  Pemko Tanjungpinang juga turut membantu menberikan bibit tanaman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kasus Aktif COVID-19 Tanjungpinang Paling Tinggi di Kepri

“Kita sudah bagikan bibit cabai beberapa kali untuk masyarakat agar tidak terlalu tergantung ke pasar,”terangnya.

Sekarang inflasi Tanjungpiang masih rendah di angka 3,07 namun demikian Pemko Tanjungpinang akan terus menggesa untuk terus diturunkan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIB

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru