Cegah Ancaman PHK Massal Akibat Tarif Resiprokal AS, Bea Cukai Batam Inisiasi Langkah Antisipatif dengan Audiensi

- Admin

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bea Cukai Batam mengadakan Audiensi terkait antisipasi dampak dari penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat. Foto: INIKEPRI.COM

Bea Cukai Batam mengadakan Audiensi terkait antisipasi dampak dari penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Bea Cukai Batam mengadakan Audiensi terkait antisipasi dampak dari penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada ruang Aula Lantai 3 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe B Batam. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 30 perusahaan di Batam dengan berbagai jenis usaha terutama yang berkaitan dengan kegiatan ekspor impor dengan tujuan negara Amerika Serikat

Dalam keterangan resmi yang diterima INIKEPRI.COM, Sabtu (19/4/2025), Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Evi Octavia, menjelaskan bahwa adapun latar belakang dilaksanakannya kegiatan Audiensi ini adalah sehubungan dengan aka diberlakukannya tarif resiprokal atau tarif timbal balik oleh Amerika Serikat kepada berbagai negara sebagai mitra dagangnya dalam hal ini termasuk Indonesia, yang jelas pasti akan berdampak terhadap perusahaan-perusahaan di batam yang melakukan kegiatan ekspor impor dengan tujuan negara Amerika Serikat.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Musnahkan Puluhan Ribu Barang Ilegal

Dalam kegiatan audiensi tersebut, para peserta yang merupakan perwakilan dari sekitar 30 perusahaan di batam menyampaikan permasalahan yang dihadapi maupun kemungkinan dampak yang akan dialami perusahaan atas kebijakan tarif resiprokal tersebut, sebagai salah satu contoh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap Indonesia sebesar 32% adalah meningkatnya pesanan dan tenggat waktu dari customer atas pengiriman barang ke amerika dalam waktu 90 hari sebelum berlakunya tarif resiprokal Hal ini menuntut percepatan proses produksi dan kepabeanan, selain itu pelemahan nilai tukar tupiah terhadap dollar AS, kemudian potensi PHK besar-besaran terkait usahanya terhadap unsur dollar AS, hingga potensi turunnya penerimaan pajak, atas permasalahan tersebut maka dilakukan diskusi bersama terkait langkah-langkah yang dapat diambil serta kebijakan terbaik yang dapat dilakukan untuk tetap mendukung proses bisnis perusahaan yang terdampak di Batam.

Baca Juga :  Kemenkeu Beberkan Kinerja dan Fasilitas Fiskal KEK di Depan Komisi XI DPR RI

Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai Batam menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran proses bisnis para pelaku usaha. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperluas cakupan program EPIC 100—program percepatan kepabeanan yang sebelumnya telah diterapkan kepada 100 perusahaan di Batam. Program ini akan dioptimalkan khusus untuk perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor-impor dengan tujuan Amerika Serikat, guna meningkatkan daya saing dan efisiensi proses logistik.

Baca Juga :  Memasuki Kuartal IV, Penerimaan Bea Cukai Batam Telah Lampaui Target

Adapun untuk permasalahan yang belum ditemukan jalan keluarnya akan dikumpulkan dan di eskalasi ke tingkat lebih tinggi sehingga harapannya adalah mendapatkan solusi terbaik guna tetap mendukung kondisi ekonomi terus berkembang khususnya terhadap perusahaan- perusahaan di Batam.

“Kegiatan Audiensi terkait antisipasi dampak dari penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat ini mencerminkan komitmen Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami mendorong pelaku usaha untuk selalu mematuhi ketentuan hukum dan tidak tergiur praktik berisiko. Dengan sinergi antara Bea Cukai dan dunia usaha, diharapkan Batam dapat tetap tumbuh sebagai pusat perdagangan yang tangguh di tengah tantangan global.” pungkas Evi.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB