INIKEPRI.COM – Di sebuah sudut hangat bernama Gozu Cafe Merlion, di bawah langit teduh Kecamatan Batu Aji, mimpi-mimpi kecil kembali dihidupkan. Di antara cangkir kopi yang mendingin dan suara mikrofon yang bersahaja, Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Kota Batam menggandeng Bank BTN Syariah dalam sebuah sosialisasi lintas harapan, tentang keuangan, rumah, dan masa depan.
Tak sekadar agenda biasa, kegiatan yang digelar pada Sabtu sore pukul 14.00 WIB ini menjadi jembatan antara penghidupan dan kebijakan — memperkenalkan UMKM pada dunia digital melalui pembayaran QRIS, memperluas akses pada Kredit Usaha Rakyat (KUR), membuka jalan ke rumah subsidi, serta memperkenalkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal sebagai pilar keberlangsungan usaha.
Di hadapan para pelaku usaha mikro dan kecil, sosialisasi itu menjadi semacam ritus pengetahuan baru: bahwa mengelola warung bukan hanya soal bertahan, tapi juga soal tumbuh — dengan modal, legalitas, dan keberanian bermimpi lebih jauh.
Bonatua: “Ini Restorasi Rasa Percaya Diri untuk UMKM”
Ketua DPD GARPU Kota Batam, Bonatua Hutagalung, berdiri dengan keteduhan yang mantap. Di tengah para hadirin, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari gerakan yang lebih besar: gerakan yang merestorasi kepercayaan diri para pelaku UMKM, bukan hanya ekonomi mereka.
“Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah bagaimana Bank BTN Syariah membukakan pintu-pintu pemahaman. Banyak pelaku UMKM yang selama ini tidak tahu mereka bisa punya akses ke KUR, ke rumah KPR bersubsidi, atau ke sistem pembayaran digital seperti QRIS. Ini tentang membuka mata, bukan sekadar membuka rekening,” ujar Bonatua, penuh keyakinan.
Ia juga menyinggung betapa pentingnya rumah sebagai jangkar kehidupan. Dengan skema KPR Syariah, masyarakat bisa memiliki tempat tinggal sendiri, dengan mekanisme cicilan yang lebih manusiawi dan sesuai prinsip syariah.
“Rumah bukan hanya bangunan, tapi simbol kestabilan. Bagi UMKM, kestabilan itu bisa menjadi titik awal berkembang,” tutupnya.
Bank BTN Syariah: Membuka Akses, Merawat Asa
Dari pihak BTN Syariah, Septia Rahmat, Kepala Cabang Pembantu Batu Aji, hadir dan menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya menyentuh langsung masyarakat.
“Kami ingin membangun kepercayaan, memperkenalkan BTN Syariah bukan hanya sebagai bank, tapi sebagai mitra pertumbuhan,” ungkapnya.
“Khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak tetap, kami hadir dengan KPR Bersubsidi dan produk pembiayaan UMKM yang adaptif,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar pengenalan produk, BTN Syariah berupaya menghadirkan edukasi keuangan — agar masyarakat bisa menyusun masa depan mereka dengan rencana yang lebih tertata, bukan sekadar bertumpu pada arus harian.
Solidaritas Komunitas, Mimpi yang Dibagi
Acara turut dihadiri jajaran pengurus GARPU, termasuk Ketua DPC Batu Aji Parlagutan Mora Oloan Siregar, Eva Siregar dari Divisi Investasi dan Perizinan GARPU, serta Didik, Plt. Sekretaris GARPU Kota Batam.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa ini bukan sekadar kegiatan institusi, melainkan gerakan akar rumput, tempat solidaritas tumbuh dan harapan dibagi.
Di ruang kecil yang penuh cahaya sore itu, tak ada podium megah. Hanya kalimat demi kalimat yang menjelaskan dunia baru bagi banyak orang: dunia di mana pedagang gorengan bisa punya rumah sendiri, atau tukang sablon bisa punya NIB dan sertifikat halal.
Dari Kafe ke Komitmen
Sosialisasi itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Tapi jejaknya bisa jadi lebih lama. Bukan karena poster atau brosur yang dibagikan, melainkan karena pengakuan bahwa UMKM bukan sekadar ekonomi mikro, melainkan tulang punggung kota.
Di sinilah restorasi itu hidup: bukan hanya menyambung lidah pemerintah atau bank, tetapi menyambung kembali keberanian masyarakat kecil untuk bermimpi besar.
Penulis : IZ

















