Kalau Bisa Kirim Rilis, Mengapa Harus Undang Media?

- Admin

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan petugas dari Bea Cukai dan TNI AL berdiri gagah memegang barang bukti. Semua tampak meyakinkan — kecuali satu hal: tidak ada satu pun wartawan yang terlihat.Karena di Bea Cukai Batam, prestasi besar pantas dirayakan… secara tertutup. Foto: Rilis di WhatsApp Group

Deretan petugas dari Bea Cukai dan TNI AL berdiri gagah memegang barang bukti. Semua tampak meyakinkan — kecuali satu hal: tidak ada satu pun wartawan yang terlihat.Karena di Bea Cukai Batam, prestasi besar pantas dirayakan… secara tertutup. Foto: Rilis di WhatsApp Group "Media BC Batam"

Bea Cukai Batam kembali menggagalkan peredaran rokok ilegal senilai miliaran rupiah. Tapi ada yang lebih konsisten dari penindakan mereka: keengganan untuk ditanya. Seperti biasa, konferensi pers digelar tanpa kehadiran media. Karena bagi mereka, transparansi bukan soal dialog — cukup unggah rilis, kirim foto, lalu anggap publik sudah mengerti. Sebuah keberhasilan yang hanya boleh dipuji, tidak boleh digugat.

 

INIKEPRI.COM – Dalam tradisi mulia yang telah diwariskan dari masa ke masa, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam kembali merilis sebuah prestasi yang tentu saja membanggakan — dan tentunya dibagikan secara eksklusif, kepada WhatsApp Group “Media BC Batam”, bukan melalui konferensi pers. Karena, untuk apa wartawan? Bukankah rilis sepihak jauh lebih efisien?

Kali ini, kisah heroik bermula dari informasi masyarakat (yang entah bagaimana caranya tahu lebih cepat dari aparat) tentang pengiriman Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal yang hendak melenggang santai melalui Pelabuhan Roro ASDP Telaga Punggur. Petugas sigap — atau mungkin sedang lewat — dan menemukan kegiatan mencurigakan di pinggir Jl. Patimura.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Amankan 31.756 Batang Rokok dan 717,3 Liter Miras Ilegal

Dalam adegan yang terdengar seperti plot film aksi murah, para sopir dan buruh langsung kabur begitu melihat petugas datang. Sayang, tak ada dokumentasi visual untuk publik, karena tentu saja, semua ini dirancang untuk diketahui hanya melalui kata-kata tertulis yang dikurasi dengan hati-hati.

Barang bukti yang ditinggalkan? Hanya sekitar 3,5 juta batang rokok ilegal, dengan nilai fantastis mencapai Rp5,3 miliar, dan potensi kerugian negara ditaksir Rp2,675 miliar. Semua ini tentu saja diamankan dengan bantuan TNI AL, karena sinergi antar lembaga itu penting… meski tak cukup penting untuk ditampilkan dalam jumpa pers terbuka.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan Anak, Srikandi PLN Batam Edukasi Anti-Perundungan dan Salurkan Bantuan Komputer

Menurut Kepala Bidang P2 Bea Cukai Batam, Muhtadi — yang pernyataannya sangat lancar saat diketikkan di atas kertas rilis — penindakan ini adalah bagian dari “Operasi Gurita”. Operasi yang katanya menjangkau luas, seperti gurita, tapi sayangnya, gurita ini tampaknya tidak memiliki mulut untuk berbicara langsung pada publik.

Rokok ilegal merek Manchester, disusun rapi dan difoto dari segala sudut—kecuali dari sudut pertanyaan. Barang bukti bernilai miliaran ini dipamerkan Bea Cukai Batam dalam konferensi pers yang tak mengizinkan pers hadir. Sebab di negeri ini, narasi resmi lebih nyaman tanpa interupsi, dan keberhasilan tampaknya lebih takut pada klarifikasi daripada pada pelaku kejahatan. Foto: Rilis di WhatsApp Group “Media BC Batam”

Operasi ini, katanya lagi, sudah berhasil menindak lebih dari 120 kasus sepanjang tahun ini. Hebat bukan? Namun kita tentu tidak perlu bertanya lebih jauh soal siapa yang ditangkap, bagaimana proses hukumnya, atau apakah ada tindak lanjut. Informasi semacam itu mungkin terlalu membosankan untuk disampaikan kepada media secara langsung.

Lebih lanjut, Bea Cukai Batam juga menyebut bahwa mereka “terus melakukan edukasi kepada masyarakat”. Bentuknya? Sosialisasi dan pembinaan. Tapi tentu bukan melalui media massa yang punya jangkauan luas, karena edukasi yang baik tampaknya adalah edukasi yang tersembunyi.

Baca Juga :  Pekerja dari Malaysia Positif COVID-19 Dievakuasi ke RSKI Galang

Muhtadi menutup dengan pernyataan standar penuh semangat nasionalisme: bahwa semua ini adalah bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Ya, emas — meski informasi publik masih perunggu.

CATATAN REDAKSI 

Jika Anda bertanya-tanya kenapa Anda tidak melihat konferensi pers besar-besaran, foto-foto di lapangan, atau penjelasan yang bisa ditanyakan langsung oleh jurnalis: jangan khawatir. Bea Cukai Batam tahu cara bekerja dalam keheningan. Seperti ninja, mereka bergerak diam-diam. Tapi jangan salah, rilis selalu dikirim. Tepat waktu. Tanpa undangan. Tanpa suara.

Karena di era keterbukaan informasi, transparansi terbaik adalah yang satu arah.

 

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB