INIKEPRI.COM — Di antara gegap-gempita proyek, rapat birokrasi, dan rutinitas kota yang tak pernah tidur, ada momen hening yang bermakna: seorang pemimpin daerah menyampaikan ucapan ulang tahun, bukan dengan kata-kata kering, tapi dengan kalimat yang mengandung jiwa dan doa.
Tepat di usia ke-53 tahun Li Claudia Chandra, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, datang ucapan dari Iman Sutiawan, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Kepri. Bukan sekadar basa-basi politis, ucapan itu terdengar seperti elegi sekaligus manifesto kepemimpinan.
“Selamat Ulang Tahun Ibu Li Claudia Chandra. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam setiap pengabdian,” ujar Iman, dikutip INIKEPRI.COM, dari Instagram pribadinya @iman_sutiawan75
Namun yang paling menyentuh bukanlah kalimat pembukanya, melainkan makna yang menyusul kemudian—tentang kepemimpinan yang menyala bukan karena sorotan kamera, tapi karena daya hidup yang menginspirasi.
“Langkah Ibu tidak hanya membangun daerah, tetapi juga menyalakan semangat bagi banyak orang untuk terus berkarya, berani bermimpi, dan berbuat nyata bagi kemajuan bersama. Teruslah menjadi cahaya dan inspirasi bagi masyarakat Batam dan Negeri ini,” lanjutnya.
Ucapan itu adalah penghormatan. Tapi lebih dari itu, ia adalah pengakuan terhadap seorang perempuan yang mampu berdiri tegak dalam pusaran tanggung jawab besar, namun tetap menyebar kehangatan bagi lingkungannya.
Li Claudia bukan nama baru dalam lanskap kepemimpinan Batam. Dalam kapasitas ganda sebagai Wakil Wali Kota dan Wakil Kepala BP Batam, ia memainkan peran strategis dalam pembangunan dan kebijakan investasi.
Namun Iman Sutiawan mengingatkan kita bahwa angka, anggaran, dan infrastruktur bukan satu-satunya tolok ukur pemimpin. Ada yang lebih penting: daya untuk menghidupkan harapan.
Politik yang Bernyawa
Di tengah maraknya wacana kekuasaan yang cenderung elitis dan teknokratis, ucapan Iman menjadi oase. Ia tak bicara tentang jabatan, tapi tentang nyala. Ia tak menyinggung program, tapi menyentuh mimpi. Dalam lanskap politik lokal yang sering kali kaku, kata-kata ini terasa hangat sekaligus berani.
Li Claudia, dalam narasi Iman, tampil sebagai metafora dari kepemimpinan perempuan masa kini—yang tidak hanya mengurus administrasi dan peraturan, tapi juga mengukir semangat, terutama bagi generasi muda dan perempuan yang ingin ambil bagian dalam membangun negeri.
Harapan di Usia 53 Tahun
Usia 53 bukanlah angka sembarangan. Di fase ini, biasanya seseorang telah melalui banyak badai dan puncak. Maka tak heran jika doa yang dikirimkan Iman Sutiawan sarat akan harapan agar Li Claudia terus diberi kekuatan dan kebijaksanaan.
Di usia ini pula, masyarakat Batam barangkali berharap lebih. Bahwa pemimpin perempuan seperti Li Claudia bukan hanya bertahan di bawah bayang-bayang kekuasaan laki-laki, tetapi juga mampu bersinar terang sebagai tokoh sentral yang mendobrak batas dan menata ulang wajah kepemimpinan Kepri ke depan.
Akhir Kata
Bukan soal siapa yang mengucapkan, tetapi bagaimana ucapan itu mampu menjangkau makna terdalam dari seorang pemimpin.
Dan dalam ucapan Iman Sutiawan, kita melihat bahwa kadang, dalam politik yang kerap kehilangan nurani, masih ada ruang bagi kata-kata yang hidup dan menyentuh.
Dan siapa tahu, dari doa yang ditulis hari ini, akan tumbuh langkah-langkah besar yang lahir dari semangat perempuan yang tak hanya memimpin, tapi juga memberi terang.
Penulis : IZ

















