Yan Fitri Desak Kementerian ESDM Tinjau Ulang Harga Gas untuk PLN Batam

- Admin

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Irjen Pol (Purn) Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH. Foto: INIKEPRI.COM

Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Irjen Pol (Purn) Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Irjen Pol (Purn) Drs. Yan Fitri Halimansyah, MH, mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan insentif harga gas kepada PT PLN Batam. Desakan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya biaya penyediaan listrik di wilayah Batam dan sekitarnya, yang berpotensi mengganggu pertumbuhan industri dan stabilitas pasokan energi.

Dalam pernyataannya, Kamis (29/5/2025), Yan Fitri menekankan bahwa Batam merupakan kawasan industri sekaligus wilayah strategis pertahanan nasional yang memerlukan jaminan pasokan energi dengan harga yang kompetitif.

“Batam tidak boleh gelap. Ini bukan hanya kawasan industri, tetapi juga wilayah strategis negara. Jika harga gas terlalu tinggi, biaya listrik pun akan meningkat dan menghambat pertumbuhan industri,” ujar Yan Fitri.

PLN Batam Membeli Gas Mahal di Wilayah Penghasil

Sebagai informasi, Kepulauan Riau, khususnya wilayah Natuna, merupakan salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Blok Natuna D-Alpha menyimpan lebih dari 222 triliun kaki kubik gas, menjadikannya salah satu cadangan terbesar di Asia Tenggara. Ironisnya, PLN Batam masih harus membeli gas dengan harga HGBT sebesar US$7/MMBTU, dalam jumlah yang tidak mencukupi. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, PLN Batam juga terpaksa membeli LNG dengan harga dua kali lipat dari HGBT.

Baca Juga :  Spesial Hari Pelanggan Nasional, PLN Beri Diskon Tambah Daya Hanya Rp240.904

Kondisi ini menyebabkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik di Batam sangat tinggi, yakni sekitar Rp 1.650–Rp 1.690 per kWh, tanpa adanya subsidi maupun kompensasi dari APBN seperti yang diterima oleh PLN Persero.

“PLN Batam harus menanggung beban subsidi silang bagi tarif industri dan rumah tangga. Tanpa dukungan fiskal dari pemerintah pusat, ini menjadi beban berat yang tidak seimbang,” jelas mantan Kapolda Kepri tersebut.

Dampak pada Wilayah Sekitar dan Investasi

Saat ini, PLN Batam juga memasok listrik ke Pulau Bintan melalui jaringan interkoneksi bawah laut. Menurut Yan Fitri, jika tidak ada intervensi pemerintah dalam bentuk harga gas khusus, pasokan listrik ke Bintan pun terancam terganggu. Terlebih dengan meningkatnya permintaan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dan Kawasan Industri Lobam.

Baca Juga :  Silaturahmi Koalisi, Amsakar Sampaikan Terima Kasih ke Partai Pengusung ASLI

“Tanpa penyesuaian harga gas, bukan hanya Batam yang terdampak. Bintan dan kawasan sekitar bisa mengalami gangguan pasokan listrik. Ini menyangkut ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Batam Berkontribusi Besar, Tapi Tertekan Biaya Energi

Dengan lebih dari 350 ribu pelanggan dan beban puncak mencapai 728 MW, sistem kelistrikan Batam–Bintan saat ini tidak terhubung dengan sistem jaringan nasional (Sumatera maupun Jawa–Bali), sehingga sepenuhnya bergantung pada pembangkit lokal berbahan bakar gas. Namun, meskipun Batam menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau, harga energi yang tinggi menjadi kendala daya saing investasi.

“Batam merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di barat Indonesia. Tapi jika biaya energi tidak kompetitif, investor bisa memilih lokasi lain yang lebih efisien,” kata Yan.

Baca Juga :  PLN Batam Dukung KWT Bank Sampah Taburosi, Dorong Sektor Pemberdayaan Perempuan, Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Lingkungan

Permintaan Insentif Energi sebagai Kebijakan Afirmasi

Menutup pernyataannya, Yan Fitri menegaskan bahwa Kepulauan Riau, sebagai kawasan perbatasan yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia, membutuhkan kebijakan afirmatif, bukan pendekatan pasar semata. Ia meminta pemerintah pusat untuk memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan dan keterjangkauan energi di wilayah ini.

“Kepri adalah wajah terdepan Indonesia. Pemerintah harus hadir dan memberikan insentif energi yang adil dan proporsional. Harga gas khusus untuk PLN Batam adalah bentuk keadilan yang sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian ESDM terkait permintaan tersebut. Namun, desakan dari berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan daerah terus meningkat agar Batam dan Kepri mendapatkan perlakuan yang setara dalam kebijakan energi nasional.

Penulis : IZ

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB